Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Demonstrasi mahasiswa tuntut pembebasan tanpa syarat 7 Tapol Papua berlangsung damai

Papua
Suasana aksi dan damai solidaritas mahasiswa Papua di Gapura Uncen, menuntut dibebaskannya 7 tapol Papua, yang dijaga ketat oleh aparat Kepolisian – Jubi/Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ratusan mahasiswa Papua di Kota Jayapura melakukan aksi demonstrasi damai di pintu masuk Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk mendesak dibebaskannya tanpa syarat ketujuh Tahanan Politik (Tapol) Papua yang kini ditahan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Massa dari berbagai universitas ini pun mulai bergerak sejak pukul 09.00 WP dari sejumlah titik, yakni di Uncen atas Perumnas III, dan kampus USTJ.

Pantauan Jubi, untuk mengawal aksi demonstrasi ini, Polisi dengan jumlah besar disiagakan mulai dari pintu masuk gapura hingga auditorium Uncen yang dilengkapi dengan mobil water cannon, serta polisi pengurai massa bersenjatakan gas air mata.

Demonstrasi mahasiswa tuntut pembebasan tanpa syarat 7 Tapol Papua berlangsung damai 1 i Papua

Satu di antara orator Otio Pusop meneriakkan penolakan terhadap rasisme pada masyarakat Papua.

“Rasisme Indonesia, tolak! Rasisme no! Tapol Papua? Bebaskan! Papua? Merdeka,” sebut orator yang diikuti massa aksi.

Kapolsek Abepura, AKP Cliff Gerald Philipus Duwith mengatakan, pihaknya akan terus menjaga massa aksi agar tidak disusupi oleh provokator, serta menjaga kelancaran aksi unjuk rasa.

“Kami memang membatasi tidak sampai ke lingkaran Abe, agar tetap menjaga protokol kesehatan covid-19, cukup di Gapura Uncen saja,” ujarnya.

Loading...
;

Massa aksi ini pun menyampaikan pernyataan sikap untuk pembebasan 7 tapol Papua yang saat ini berada di Kalimantan Timur, sebelum bubar sekira pukul 14.30 WP. Adapun pernyataan sikapnya, yakni :

(1) Kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia segera membebaskan tanpa syarat tahanan politik korban rasisme di seluruh Indonesia terutama 7 tahanan politik korban rasisme yang sedang di sidangkan di Kalimantan Timur.

(2) Gubernur, DPRP dan MRP segera meminta kepada para penegak hukum untuk lepaskan 7 tahanan politik yang sedang didiskriminasi oleh para penegak hukum.

(3) JPU (Jaksa Penuntut Umum) segera meninjau kembali tuntutan yang sama sekali tidak sesuai fakta-fakta persidangan terhadap 7 korban rasisme di Kalimantan Timur dan bertindak sebagai JPU yang bijaksana tanpa ada desakan oleh pihak manapun.

(4) Meminta kepada hakim untuk tetap menegakkan hukum dan keadilan sesuai undang-undang tahun 1945 pasal 4 ayat 1 tentang kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

(5) Kami solidaritas dan rakyat Papua antirasisme menyatakan sikap pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2020, sebagai hari peringatan antirasisme bagi rakyat Papua dan akan memperingati ini turun-temurun dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Hengky Hilapok dituntut  5 tahun penjara, yang ditahan penyidik pada September 2019. Hengky Hilapok dan sejumlah rekannya dikenakan pasal 106, 155, 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, minimal 5-17 tahun Penjara.

Namun, dari hasil persidangan hari ini di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur memvonis Hengky Hilapok 10 bulan penjara.

Selain Hengky Hilapok, keenam tersangka kasus makar asal Papua yang ditangani di Balikpapan, Kalimantan Timur yakni Fery Kombo, Alexander Gobay, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin,  Stevanus Itlay alias Steven Itlay, dan Agus Kossay divonis kurang  lebih sama, yakni 10-11 bulan penjara, dikurangi masa tahanan.

Penasehat Hukum ketujuh Tapol Papua yang dijerat pasal makar itu, Anum Siregar mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak.

“Untuk putusan ini kami menyatakan pikir pikir, masih ada waktu satu minggu,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top