Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hukuman mati kembali dibahas di Parlemen PNG

Gubernur National Capital District (NCD), Powes Parkop. – Post-Courier/Miriam Zarriga

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Isu hukuman pidana mati dan metode penerapannya kembali dibahas di Parlemen negara itu.

Gubernur National Capital District (NCD), dimana Port Moresby berada, Powes Parkop, yang memulai pembahasan ini Jumat lalu (28/6/2019), mengungkapkan ada 11 tahanan yang sedang ditahan di penjara Bomana sambil menanti hukuman mati mereka, namun, akibat ketidakpastian Parlemen dalam memutuskan metode eksekusi mati, Lembaga Pemasyarakatan tidak tahu dengan pasti apa yang harus mereka lakukan kepada para tahanan.

Parkop melayangkan pertanyaannya kepada Perdana Menteri PNG, James Marape, dan mengusulkan agar hukuman itu jangan diterapkan sama sekali, dan agar hukuman mati dicabut sepenuhnya dan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

“Jika Parlemen masih ragu, bisakah kita meminta komite, dengan rasa belas kasih, untuk mempertimbangkan mengurangi atau menunda hukuman mati, dan memberikan mereka hukuman seumur hidup sebagai gantinya, sehingga keluarga ada kepastian, dan Lembaga Pemasyarakatan juga bisa lebih jelas?” tuturnya.

Marape menanggapi pertanyaan Parkop dengan berkata bahwa mereka yang divonis hukuman mati telah melakukan tindak pidana yang serius, namun dia akan membiarkan Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung, Davis Steven, untuk memutuskan apakah hukuman mati akan dilanjutkan, atau apakah PNG akan beralih dari hukuman mati dan mengubahnya menjadi hukuman seumur hidup.

Sebelumnya, Jaksa Agung Davis Steven pernah berkata bahwa penundaan dalam penerapan pidana mati ini terlalu lama, sementara jumlah kejahatan yang serius di negara itu terus meningkat.

Loading...
;

Steven berkata: “salah satu proposal terakhir yang saya tanda tangani adalah untuk memberikan sebuah laporan informasi yang terkini kepada National Executive Council, tentang di kemajuan isu ini, dengan rekomendasi yang kuat agar kita mulai menegakkan hukuman mati.”

“Pemerintah PNG sekarang ini mengakui pentingnya penerapan hukum itu, sebagai upaya untuk mencegah naiknya tindak kejahatan.” (Post-Courier/Miriam Zarriga)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top