Follow our news chanel

Previous
Next

Hutan Sagu dikorbankan untuk kepentingan lebih besar

Hutan Sagu dikorbankan untuk kepentingan lebih besar 1 i Papua
Salah satu hutan sagu yang habis terbakar. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani,Jubi – “ Untuk kepentingan yang besar, perlu ada pengorbanan. Tetapi pengorbanan yang dilakukan juga tidak harus yang terlalu besar, itu bagian dari prinsip-prinsip ekonomi yang sedang kita laksanakan “

Penegasan ini dikatakan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, penggusuran hutan sagu yang dilakukan saat ini untuk pembangunan infrastruktur jalan bagi kepentingan PON 2020, kelak akan bermanfaat setelah perhelatan olahraga akbar itu berakhir.

Masyarakat lokal, kata Bupati, yang menjadi harta mereka saat ini adalah tanah. Sudah berulang kali pihaknya mengimbau, warga jangan jual tanah dalam bentuk apapun.

“ Sekalipun dalam proses pembangunan yang dilakukan saat ini, tanah tetap menjadi hak milik masyarakat lokal, karena dari tanah itu mereka akan hidup dan berkembang dalam perekonomian,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, setelah infrastruktur jalan dibuat, Pemerintah Daerah akan mengawasi seluruh areal yang pernah menjadi lahan hutan sagu. Agar tidak menjadi tempat pemukiman warga. Jangan sampai berdampak kepada lingkungan sekitarnya.

Loading...
;

“ Karena jalan ini melewati pesisir danau, maka yang kelola tempat tersebut adalah masyarakat pemilik hak ulayat itu sendiri, asal tidak membuat pemukiman,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Kris Kores Tokoro, bahwa setelah proses pembangunan jalan alternatif selesai, pihaknya bersama dinas terkait lainnya akan melakukan penanaman kembali dan peremajaan bagi tanaman sagu di sepanjang kiri dan kanan jalan.

“ Bisa jadi akan jadi jalan ini untuk kepentingan pariwisata, sesuai arahan pimpinan daerah agar tidak menjadi daerah pemukiman. Oleh sebab itu, penanaman kembali pohon sagu akan kami lakukan,” ucap Tokoro.

Sementara itu, Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) Papua, Aish Rumbekwan meminta Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap hutan sagu yang telah digusur di sepanjang pesisir Danau Sentani.

“ Pemerintah keliru, untuk PON 2020 lalu mengorbankan hutan sagu. Itu adalah bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat. Padahal, misi pemerintah daerah menginginkan PON 2020 berbasis pariwisata, kenapa hutan sagu menjadi korban,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top