Follow our news chanel

Previous
Next

Hutan sagu terbakar dan rusak, harga sagu naik dua kali lipat

Sagu yang dijual di Pasar Pharaa. - Jubi/Yance Wenda
Hutan sagu terbakar dan rusak, harga sagu naik dua kali lipat 1 i Papua
Sagu yang dijual di Pasar Pharaa. – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kebakaran serta penebangan hutan sagu secara besar-besaran yang diikuti alih fungsi lahan hutan sagu di Kabupaten Jayapura, Papua telah berdampak terhadap pasokan sagu di pasar. Harga jual sagu di Pasar Pharaa beranjak naik sejak Januari lalu.

Kabupaten Jayapura memiliki hutan sagu yang luas, dengan keanekaragaman 29 jenis sagu yang berbeda. Akan tetapi, luasan hutan sagu di Kabupaten Jayapura susut dengan cepat, akibat kebakaran, penebangan hutan sagu dalam skala luas, dan alih fungsi lahan hutan sagu untuk kepentingan pembangunan. Akibatnya, sagu yang merupakan makanan pokok masyarakat Tabi semakin mahal harganya.

Salah satu warga Kabupaten Jayapura, Tatomina Yoku menuturkan harga sagu telah naik dua kali lipat mulai Januari 2020. Akhir 2019, harga sagu masih berada pada kisaran harga Rp100 – 150 ribu per karung beras ukuran 15 kilogram. “Semenjak Januari, harga jual karung naik menjadi Rp250 – 300 ribu per karung,” kata Yoku di Sentani, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Yoku harga jual eceran sagu, baik dalam bentuk potongan ataupun yang sudah dimasak menjadi papeda, ikut naik. Yoku menyatakan kenaikan harga sagu itu terjadi setelah sejumlah kebakaran hutan sagu terjadi. Ia berharap kerusahan dan alih fungsi lahan hutan sagu bisa dikendalikan.

“Dari satu pohon sagu, bisa dapat 10-15 karung beras ukuran 15 kilogram. Kalau hutan sagu dibakar, nanti [kami] mau dapat sagu dari mana lagi? Jadi, kalau bisa itu lahan hutan sagu harus diperhatikan agar tetap ada, sehingga anak cucu kita tahu kalau ini pohon sagu,” kata Yoku yang masih menjadikan sagu sebagai makanan pokoknya.

Salah seorang pedagang sagu eceran di Pasar Pharaa, Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Hanna Felle menuturkan pada pekan ini harga sagu di Pasar Pharaa sudah mencapai Rp350 ribu per karung ukuran 15 kilogram. Menurutnya, kenaikan harga itu terjadi baik untuk sagu yang diproduksi di Genyem maupun Sentani.

Loading...
;

“Sagu dari genyem dan dari Sentani juga harga jual sama semua. [Karena harga per karung naik], berpengaruh pada harga jual sagu yang kami ecerkan. Saya kini menjual sagu eceran dengan harga Rp10-20 ribu per potong, tergantung ukuran potongannya,” kata Felle.

Felle membenarkan bahwa pasokan sagu di pasaran mulai susut sejak banyak hutan sagu di Sentani terbakar dan hutan sagu dibabat besar-besaran dan beralih fungsi. Harga kulakan sagu bagi pedagang eceran seperti Felle pun naik, sehingga kenaikan harga sagu tidak menambah keuntungan bagi pengecer sepertinya.

“Saya paling banyak itu ambil dua karung saja, dan itu habis dalam tiga hari. Dengan harga [per karung yang mencapai] Rp350 ribu, kami jual hanya dapat 10-20 ribu untuk per potong, Jadi dalam satu karung itu paling untung itu 150-200 ribu saja,” kata perempuan asal Sentani ini.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top