IDI sebut limbah masker medis sulit terurai tak ramah lingkungan

Papua
Ilustrasi pengenaan masker - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan mengingatkan limbah masker medis dapat merusak lingkungan karena sulit terurai. Sehingga limbah masker medis yang dibuang tanpa ada pengolahan yang benar sangat berbahaya.

“Masker medis ini membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai secara sempurna di dalam tanah, bahkan ada literatur yang mengatakan bisa lebih dari 100 tahun,” kata Ketua IDI Jakarta Selatan, M Yadi Permana, Rabu (4/11/2020) kemarin.

Baca juga : Masyarakat datang tanpa masker diminta pulang 

Cegah warga tertular Covid- 19, Pemkot Jayapura bagikan masker di Pasar Youtefa 

Denda pelanggar prokes Covid-19 untuk membeli masker

Yadi juga mengingatkan masker medis sekali pakai yang digunakan masyarakat hendaknya tidak dibuang sembarangan. Ia menjelaskan masker madis usai digunakan langsung rusak karena takut disalahgunakan. Sesuai saran organisasi kesehatan dunia (WHO) masker medis sekali pakai hanya digunakan oleh tenaga kesehatan dan akan diolah sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Loading...
;

IDI Jakarta Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker medis. Masyarakat disarankan menggunakan masker kain dua lapis dan bisa dicuci berkali-kali yang kini tersedia bebas di pasaran. “Masker kain dua lapis digunakan oleh orang yang sehat dengan rentang usia di bawah 60 tahun,” kata Yadi menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top