Follow our news chanel

Previous
Next

IKAAL Nabire layangkan rekomendasi ke Serikat Yesus

Rapat IKAAL Nabire di aula Gereja Kristus Raja Nabire - Jubi/Titus Ruban
IKAAL Nabire layangkan rekomendasi ke Serikat Yesus 1 i Papua
Rapat IKAAL Nabire di aula Gereja Kristus Raja Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Ikatan Alumni SMA YPPK Adhi Luhur (IKAAL) Nabire mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait polemik khotbah Pastor Managantua Hery Berthus Simbolon, SJ alias Romo Agam. Pernyataan sikap terdiri atas enam butir yang mengecam dan menolak permohonan maaf Romo Agam.

IKAAL Nabire melalui pernyataan sikap mereka menganggap ilustrasi dalam khotbah Romo Agam tidak berdasarkan fakta. Karena itu, tindakan tersebut dianggap melukai hati Orang Asli  Papua (OAP), terlebih pelajar dan alumni SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Adhi Luhur Nabire.

IKAAL Nabire juga menganggap Romo Agam belum pernah menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada OAP maupun keluarga besar SMA YPPK Adhi Luhur Nabire. Namun, Mereka mengapresiasi tindakan Provinsial Serikat Yesus yang memutasikan Romo Agam ke Semarang, Jawa Tengah.

“Pernyataan sikap merupakan hasil pertemuan alumnus. Rekomendasi ini akan disampaikan kepada Provinsial Serikat Yesus, Keuskupan Timika, dan tiga pastor paroki di Kabupaten Nabire,” kata Ketua Alumni SMA YPPK Adhi Luhur Nabire Mascelus Gobay, Selasa (7/1/2020).

Dalam pernyatan sikap tersebut, IKAAL Nabire pun meminta Otoritas Serikat Yesus lebih selektif dalam menugaskan pastor mereka di Tanah Papua. Para imam harus dipastikan terbebas dari paham rasialisme dan mampu membaur dengan OAP. IKAAL Nabire tidak ingin kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Mereka (setiap pastor) punya latar pendidikan, pengetahuan, dan pemahaman berbeda (mengenai Papua). Karena itu, perlu pemahaman mendalam mengenai konteks sosial dan budaya bagi Yesuit (pastor) yang akan mengabdi di Papua,” kata Yermias Degai dan Yulia Douw, anggota IKAAL Nabire.

Ketua YPPK Nabire Suster Virginia SRM mengaku pihak yayasan selama ini sebetulnya sangat terbantu dengan keberadaan para imam dari Ordo Serikat Yesus. Adapun keinginan untuk memberhentikan mereka sebagai tenaga pengajar bukan kewenangan yayasan. “Yang berhak mengeluarkan (memberhentikan) mereka ialah uskup.” (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top