HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

IKKB Animha Papua Selatan rumuskan anggota jadi agen pembawa damai

Suasana Mubes-V Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Animha Papua Selatan di Manokwari, Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
IKKB Animha Papua Selatan rumuskan anggota jadi agen pembawa damai 1 i Papua
Suasana Mubes-V Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Animha Papua Selatan di Manokwari, Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ikatan Kerukunan Keluarga Besar (IKKB) Animha Papua Selatan di Manokwari, Papua Barat, melaksanakan musyawarah besar ke lima (Mubes V) untuk memilih pemimpin dan pengurus baru dalam kepengurusan organisasi kerukunan tersebut periode 2020/2025.

Theo M.Apay, sekretaris IKKB-Animha Papua Selatan di Manokwari, mengatakan melalui Mubes V yang digelar diharapkan adanya penyegaran organisasi untuk mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan di internal kerukunan, termasuk mensukseskan program-program Pemerintah di wilayah Manokwari.

IKKB Animha Papua Selatan rumuskan anggota jadi agen pembawa damai 2 i Papua

“Organisasi kami sempat vakum dua tahun, namun melalui Mubes V ini akan kami bangkitkan kembali tujuan organisasi yaitu mempererat kekeluargaan kami untuk kegiatan-kegiatan positif dalam pembangunan,” katanya, Jumat (28/2/2020).

Dikatakan Theo, IKKB-Animha Papua Selatan, merupakan wadah untuk menyatukan masyarakat asli Papua dari wilayah adat Animha, khususnya bagian Selatan meliputi kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat.

“Berdasarkan data, warga Animha Papua Selatan sekitar 6000 jiwa tersebar di 13 kabupaten/kota di Papua Barat . Ini merupakan kerukunan besar kami untuk empat kabupaten yaitu Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat,” tuturnya.

Selaku sekretaris demisioner dalam kerukunan tersebut, Theo berharap pengurus IKKB-Animha Papua Selatan periode 2020/2025 yang akan terpilih dalam Mubes V, dapat melanjutkan program yang tertunda serta membangun kembali sinergitas dengan Pemerintah dan kerukunan-kerukunan lainnya di Manokwari.

“Kerukunan kami akan tetap solid dengan pengurus baru, dan harapan saya kerukunan ini akan menjadi agen pembawa damai. Karena kami tinggal di kota Injil (Manowari) maka akan membantu Pemerintah dan semua pihak untuk memajukan Manokwari dalam kedamaian dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara, Issac Manipko, ketua panitia Mubes V IKKB-Animha Papua Selatan di Manokwari, mengatakan bahwa dengan kesiapan serba terbatas, namun semangat untuk membangun kebersamaan dalam kerukunan yang memotivasi pembentukan panitia untuk melaksanakan Mubes V tersebut.

“Sebagai pemuda dalam kerukunan ini, kami jalan apa adanya dengan partisipasi swadaya dari internal kerukunan dan kami mampu biayai pelaksanaan Mubes V IKKB Aimha Papua Selatan, dengan modal Rp10 juta,” kata Manipko.

Dia pun mengatakan, bahwa sebagian besar pemuda dalam IKKB-Animha Papua Selatan, merupakan mahasiswa asal kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat, yang saat ini menempuh studi di kampus Negeri dan kampus-kampus swasta di Manokwari.

“Pemuda IKKB-Animha Papua Selatan di Manokwari sekitar 150 orang yang sementara menempuh perkuliahan di kampus negeri dan kampus-kampus swasta,” katanya.

Dikisahkan Manipko, bahwa organisasi IKKB Animha Papua Selatan baru terbentuk beberapa tahun terakhir untuk mengorganisir secara administrasi. Namun konon sebelumnya tahun 1950 an, kerukunan ini sudah dibentuk oleh para orangtua mereka. Hanya saja dalam bentuk tetua adat (kepala suku).

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan, maka atas kesepakatan para senior dan orang tua asal wilayah adat Animha yang ada di wila Manokwari maka dibentuklah kepengurusan kerukunan ini yang lebih terorganisir secara administrasi dan memiliki AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) sebagai panduan dan pedoman tujuan organisasi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.