IKT Kabupaten Jayapura Berdukacita Atas Kasus di Bintuni

Perwakilan warga Toraja se-Sorong Raya ketika membacakan pernyataan sikapnya di depan aparat TNI-Polri, Jumat siang - Jubi/Niko
Perwakilan warga Toraja se-Sorong Raya ketika membacakan pernyataan sikapnya di depan aparat TNI-Polri, Jumat siang – Jubi/Niko

Jayapura, Jubi –Pembunuhan sadis pada seorang ibu hamil dan dua anaknya yang terjadi beberapa waktu saat lalu di Kabupaten Bintuni, Papua Barat membuat warga Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayapura turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kasus tersebut.

 

“Kami atas nama warga IKT Kabupaten Jayapura menyatakan turut berdukacita atas peristiwa yang dialami oleh keluarga disana,” kata Ketua IKT Kabupaten Jayapura Ismail Mambi melalui rilis yang diterima Jubi, Sabtu (19/9/2015).

Ismail menambahkan, menyikapi pembunuhan dengan membantai tiga nyawa sekaligus ibu yang sedang hamil empat bulan adalah tindakan yang sangat kejam dan sadis, ibarat membantai binatang, dan siapapun pasti tidak terima perbuatan seperti ini yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kami mengutuk perbuatan oknum yang melakukan pembantaian seorang ibu yang hamil beserta anak-anaknya yang masih belia dan ini sangat tidak berkemanusiaan. Kami warga IKT Kabupaten Jayapura mendukung aspirasi demo damai yang dilakukan oleh warga IKT di berbagai kabupaten yang menyuarakan keadilan dan memberi hukuman yang setimpal kepada pelaku. Siapa pun pelakuknya harus ditindak setimpal dengan perbuatanya,” ujar Ismail dalam rilis.

Pihaknya dalam hal ini IKT Kabupaten jayapura juga berharap agar peran aparat kepolisian, Komnas HAM dan komidi perlindungan ibu dan anak serta Menteri Pemberdayaan Perempuan, dalam penanganan kasus ini demi penegakan hukum, agar di negeri ini tercipta kedamaian dan ketentraman bagi penghuni Tanah Papua zona damai.

Tokoh masyarakat Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie kepada Jubi pekan lalu di Jayapura mengatakan, kejadian hanya dilokasi kecil di Bintuni, yang semestinya mudah untuk diketahui pelaku dan aktor juga motifnya. “Ini pembunuhan sadis dan biadab, Kapolri harus serius untuk mengungkapkan kasus ini dan memberikan jaminan kepada pihak keluarga khusunya keluarga besar IKT di Papua Barat khusunya di Teluk Bintuni,” katanya.

Loading...
;

Sebelumnya, Perwakilan Danrem 171 PVT Kolonel Grendi Mangiwa berjanji akan mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. Dia mengaku penegak hukum tengah menangani kasus ini. Dua oknum masih dimintai keterangan serta barang bukti guna mencari siapa pelaku dan otak pembunuhan tersebut.

“Kalau memang ada keterlibatan anggota TNI, kita akan tindak secara tegas dan dipecat dari satuan,” tegasnya sembari meminta masyarakat Toraja di Sorong Raya untuk tidak melakukan tindakan anarkis serta terus memantau kasus ini bersama-sama.

Pada 25 Agustus 2015, tiga orang menjadi korban pembunuhan di dalam rumahnya di Distrik Sibena, Kabupateb Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Ketiganya ditemukan tewas dua hari kemudian oleh kelurganya setelah menyalakan lampu di rumah yang masih gelap. Frelly, korban yang sedang hamil empat bulan diduga diperkosa. Sementara dua anaknya ditemukan luka bacok dan pukulan benda tajam. (Roy Ratumakin)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top