Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ilmuwan AS ragukan vaksin corona buatan Rusia

Ilustrasi vaksin, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Penasihat Gugus Tugas Penanganan virus corona AS, Dr. Anthony Fauci meragukan klaim Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyetujui penggunaan vaksin virus corona.

“Saya berharap Rusia benar-benar membuktikan secara definitif bahwa vaksin itu aman dan efektif. Saya sangat meragukan bahwa mereka melakukan itu,” kata Fauci dalam sebuah wawancara dengan ABC News.

Ilmuwan AS ragukan vaksin corona buatan Rusia 1 i Papua

Fauci mengatakan memiliki vaksin dan membuktikan bahwa vaksin aman dan efektif untuk digunakan oleh pasien merupakan dua hal yang berbeda. Ia juga menyebut AS memiliki setengah lusin atau lebih vaksin. “Jadi jika kita ingin mengambil kesempatan untuk menyakiti banyak orang atau memberi mereka sesuatu yang tidak berhasil, kita bisa mulai melakukan ini, Anda tahu kita bisa melakukannya pekan depan jika mau. Tapi bukan seperti itu cara kerjanya,” jelas Fauci yang merupakan direktur infeksi dan penyakit menular AS.

Baca juga : Artis Madonna sumbang 1 juta dolar untuk temukan vaksin corona

Korut mengklaim telah kembangkan vaksin anti-Covid-19

Ilmuwan di China mulai uji klinis tahap dua vaksin Covid-19

Loading...
;

Tercatat presiden Putin pada Selasa (11/8/2020) kemarin telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia, bahkan telah diuji oleh salah satu putrinya. Ia mengatakan putrinya ikut ambil bagian dalam pengembangan dan telah menerima dua suntikan vaksin.

Menurut Putin,  putrinya memiliki suhu 38 derajat Celcius di hari pertama vaksin disuntikkan, kemudian turun menjadi sekitar 37 derajat esok harinya. Setelah suntikan kedua, dia kembali mengalami sedikit peningkatan suhu, tapi kemudian semuanya kembali normal.

“Dia merasa sehat dan tingkat antibodinya tinggi,” kata Putin.

Dalam sebuah pernyataan, WHO mengatakan sedang melakukan diskusi dengan para ilmuwan dan otoritas Rusia untuk meninjau rincian vaksin yang disuntikkan ke pasien. Sejauh ini WHO mengatakan sejauh ini ada 28 vaksin yang diujicoba pada manusia. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top