Ilmuwan Temukan Vaksi Antivirus Ebola dan Zika

Hasil tes virus Zika - RNZ
Hasil tes virus Zika – RNZ

Jayapura, Jubi Ilmuwan Institut Teknologi Massachussetts (MIT) Amerika Serikat menemukan vaksin eksperimental yang terbukti mampu melindungi tikus dari virus influenza, Ebola, bahkan Zika. Vaksin yang dibuat dalam waktu satu pekan itu masih dalam tahap pengembangan awal.

Vaksin tersebut menggunakan RNA, material genetis yang dirancang melawan virus, bakteri, atau parasit penyebab penyakit dengan menguatkan respon imun dalam tubuh. Material genetis, mRNA (RNA Messenger) disimpan dalam suatu molekul agar dapat disalurkan ke sel pembangun respon imun terhadap penyebab penyakit tertentu.

Peneliti mengatakan, pendekatan itu memungkinkan pembuatan vaksin sesuai ragam jenis penyakit dengan cepat. Temuan itu bersebrangan dengan metode tradisional pembuatan vaksin yang masih membutuhkan waktu lama. “Saat ini kita memiliki kemampuan mengantisipasi situasi yang mendesak dengan membuat pencegahan aman,” ujar Omar Khan, ilmuwan teknik kimia MIT seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa 1 Agustus 2016.

Vaksin itu menjadi harapan pencegahan virus Zika yang kini menjangkit Amerika. Virus itu diduga menyebabkan mikrosefali, kelainan serius pada bayi sejak lahir. “Virus semacam Zika atau Ebola dapat dicegah dalam kurun waktu tujuh hari,” kata Khan. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top