Imasepa Jabar kutuk segelintir orang yang atas namakan mahasiswa Papua dukung Otsus

papua-imasepajabar-mahasiswapapua-tolakotsusII
Mahasiswa Imasepa Jabar berpose bersama usai diskusi "Otsus di Papua telah gagal" - Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Deiyai, Jubi – Ikatan Mahasiswa se Tanah Papua di Jawa Barat (Imasepa Jabar) dengan tegas mengutuk dan menolak pernyataan dari segelintir orang di Jawa Barat yang mengatasnamakan mahasiswa Papua dan menyatakan dukung Otonomi Khusus (Otsus).

Pasalnya, mahasiswa Papua di Jabar telah bernaung di bawah Imasepa, bukan organisasi lainnya. Ketua Imasepa Jabar Yudas Paragaye menyampaikan pihaknya dengan tegas menolak Otsus jilid II bahkan mengutuk keras tindakan-tindakan yang dilakukan oleh segelintir orang, demi suatu yang disebutnya sebagai upaya mencari jabatan.

“Jadi mahasiswa Papua di Jawa Barat itu punya wadah yang jelas yakni Imasepa, bukan komite peduli Papua di Jawa Barat. Nah, kami dari Imasepa tolak Otsus, bukan dukung Otsus. Kami mengutuk dan menolak penyatan yang dikeluarkan oleh komite peduli Papua Jawa Barat mendukung Otsus jilid II,” ujar Yudas Paragaye kepada Jubi melalui keterangannya, belum lama ini.

Pihaknya juga mengutuk keras intervensi tim yang dibuat oleh Jakarta untuk masuk ke basis Imasepa Jabar, demi kepentingan Otsus jilid II. “Mau bentuk tim model apa pun, komitmen kami jelas yaitu tolak Otsus,” ucapnya.

“Kami juga mengutuk keras media siluman yang tidak bertanggung jawab melakukan propaganda Otsus jilid II,” katanya.
Ia menegaskan, tindakan semacam ini akan memperkeruh suasana dan menimbulkan kecurigaan bahkan saling bermusuhan antara mahasiswa Papua di Jabar. “Saya harap kita tidak boleh terpecah belah, pernyataan sikap seperti ini sebagai diskusi intelektual sangat diperlukan demi menjaga kesatuan dalam organisasi,”.

Wakil ketua Imasepa Jabar, Flin Hernando Samberi mengatakan pihaknya yang terdiri dari 21 komunitas basis (kombas), paguyuban, dan koordinator wilayah (korwil) dengan tegas nyatakan Otsus sebab dianggap memusnahkan orang asli dan alam Papua.

“Setiap paguyuban, kombas, korwil yang kedapatan melakukan tindakan di luar kesepakatan forum, maka akan mendapat sanksi sesuai dengan kesepakatan bersama,” ujar Saberi.

Loading...
;

Pihaknya juga berusaha menemui oknum yang mengatasnamakan mahasiswa papua di Jabar, untuk minta bertanggungjawab. Namun yang bersangkutan selalu menghilang dengan beragam alasan yang tidak jelas.

“Kami sudah memanggil orang yang sudah menjadi oknum atau fasilitator tetapi sampai saat ini orangnya tidak hadir, selalu mencari alasan untuk menghindar. Tapi kami akan usahakan untuk dapat bertemu dengan dia dan meminta klarifikasi dan membuat surat pernyataan dan permohonan maaf,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top