Follow our news chanel

India ekspansi ke Kepulauan Pasifik, apa yang akan terjadi?

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Balaji Chandramohan

Akibat berubahnya orientasi politik-militer India untuk mengikuti perubahan struktur dan orientasi geostrategis Amerika Serikat dari Asia-Pasifik ke Indo-Pasifik, wilayah Kepulauan Pasifik diharapkan akan menerima perhatian lebih dari India.

Secara geostrategi, ekspansi ke Kepulauan Pasifik semakin menarik perhatian India karena daerah ini menjembatani Australasia ke Amerika Latin. Kawasan ini juga akan menghadapi peningkatan lalu lintas maritim setelah Kemitraan Trans Pasifik TPP diresmikan.

Bukan hanya India yang ingin memperluas jangkauan maritimnya ke Kepulauan Pasifik, kawasan ini juga termasuk dalam rencana ekspansi strategis maritim Tiongkok sebagai bagian dari strategi mereka.

Kehadiran India di Kepulauan Pasifik

Kehadiran maritim India di Kepulauan Pasifik saat ini sangat terbatas, Armada Timurnya yang berbasis di Vishakhapatnam hanya beroperasi hingga ke Selat Malaka, tidak mencapai kawasan Kepulauan Pasifik.

Loading...
;

Hal ini mungkin akan berubah jika India berhasil membuka armada lain yang berlokasi di Kepulauan Andaman dan Nikobar, lokasi lebih strategis untuk memperluas keterlibatan maritimnya. Meskipun tidak diungkapkan secara terbuka, pendekatan India yang ambisius di Indo-Pasifik, sebagaimana dijabarkan oleh dokumen strategi keamanan maritim Angkatan Laut India, Maritime Security Strategy Document 2015, hanya bisa tercapai jika mereka berhasil mengamankan satu armada lain di kepulauan Andaman dan Nicobar, yang akan meningkatkan keterlibatan militer India di Selatan Pasifik secara umum.

Saat ini, India tidak memiliki kehadiran militer yang permanen di Pasifik. Namun, India telah menunjukkan minatnya dalam urusan Pasifik Selatan, dengan cara berpartisipasi dalam Forum Kepulauan Pasifik (PIF) setiap tahun mulai dari 2002.

India juga telah mulai memberikan bantuan pembangunan asing ke pulau-pulau di kawasan Pasifik Selatan, dengan menawarkan pinjaman lunak untuk berbagai proyek pembangunan.

Setelah berulang kali terlibat dengan dalam PIF, India pun menaikkan level permainanya selama pertemuan KTT kedua Forum Kepulauan Pasifik – India di Jaipur pada bulan Agustus 2015, yang memperluas batas kebijakan Look East dan Act East India untuk memperlebar sayapnya ke wilayah Pasifik Selatan.

Selama KTT itu, 12 dari 14 negara Kepulauan Pasifik menjanjikan dukungan mereka untuk India agar menjadi Anggota Tetap dalam Dewan Keamanan PBB (dua negara lainnya, Kepulauan Cook dan Niue, tidak memiliki suara di PBB).

Tahun sebelumnya, selama perjalanan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Fiji November 2014, ruang lingkup dan keterlibatan diplomatik India dengan Kepulauan Pasifik masih kecil. Selama perjalanan tersebut, Modi mengundang kepala negara dari semua negara di Kepulauan Pasifik untuk ke Suva, sebagai bagian dari KTT Kepulauan Pasifik – India pertama, mengikuti model keterlibatan India dengan negara-negara Afrikamelalui KTT Indo-Afrika. KTT ini menghasilkan pembentukan Forum untuk India dan Negara-negara Kepulauan Pasifik (FIPIC).

Tetapi satu aspek penting yang terlewatkan selama perjalanan itu adalah tidak adanya pembentukan hubungan diplomatik dengan perwakilan Pemerintah India di Selandia Baru. Hal itu berubah saat Menteri urusan Luar Negeri India, V. K. Singh, mengunjungi Suva pada Mei 2017 sebagai bagian dari Konferensi Pembangunan Kepulauan Pasifik dan India, bersama dengan Komisaris Tinggi India di Selandia Baru. Misi diplomatik India di Selandia Baru bertanggung jawab atas tiga negara di Kepulauan Pasifik, Kiribati, Nauru, dan Samoa, campuran yang menarik dari negara Mikronesia dan Polinesia.

Bahkan, hingga India saat ini memiliki misi diplomatik tetap di Fiji dan Papua Nugini, keduanya dalam bentuk komisariat tinggi, tanpa atribut militer sama sekali.

Salah satu negara yang akan digunakan India agar bisa ekspansi ke Kepulauan Pasifik adalah Indonesia. Saat mengunjungi Indonesia baru-baru ini, PM Modi menyatakan dukungan India atas konsep dan visi maritim Indonesia, Maritime Fulcrum Vision, yang mencanangkan ekspansi maritim Jakarta di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia juga sudah membalas dengan mendukung kebijakan Act East Policy milik India yang meluas ke Kepulauan Pasifik.

Indonesia juga akan membantu memperluas jangkauan India di Kepulauan Pasifik secara diplomatis. Saat ini, Indonesia sudah menjadi bagian dari Melanesian Spearhead Group (MSG) yang terdiri dari empat negara Melanesia: Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, dan partai pribumi Kaledonia Baru Front de Libération Nationale Kanak et Socialiste FLNKS. Pada Juni 2015, Indonesia diakui sebagai Anggota Rekanan (Associate Member) .

MSG adalah salah satu alternatif lainnya dari PIF, forum di mana India telah terlibat secara ekonomi dan politik selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, India diharapkan akan meminang keanggotaan MSG dalam waktu dekat sebagai langkah taktis, untuk melawan ekspansi Tiongkok di wilayah Pasifik Selatan, terutama karena pengaruh Tiongkok di negara-negara Melanesia terus meningkat.

Saat Tiongkok diduga akan pembukaan pangkalan angkatan laut di Vanuatu, kehadiran maritim India di Kepulauan Pasifik mungkin akan disambut baik oleh negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Indonesia, dan bahkan Prancis.

Prancis memiliki beberapa pangkalan militer dan wilayah seberang laut di Pasifik Selatan. Perjanjian baru antara India-Perancis menjanjikan India akses terhadap pangkalan militer Prancis di Samudera Hindia barat.

Ruang lingkup perjanjian India-Perancis ini akan diperluas hingga ke Pasifik Selatan, dimana India mungkin akan diberikan kesempatan, untuk membangun pangkalan di wilayah administrasi Prancis di Kepulauan Pasifik.

Selain itu keterlibatan India di Kepulauan Pasifik juga berarti India akan berbagi dan menerima lebih banyak intelijen dengan Prancis, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Faktor Fiji dan diaspora

Keterlibatan India dengan Kepulauan Pasifik akan diuji melalui pemilu Fiji tahun ini. Meskipun Fiji umumnya dilihat sebagai negara Melanesia, budaya dan politiknya dipengaruhi oleh Polinesia. Fiji juga memiliki populasi Indo-Fiji, keturunan dari bangsa India di Fiji, dengan jumlah signifikan, sekitar 40 persen dari jumlah penduduk, yang juga memiliki kekuatan politik.

PM Fiji, Frank Bainimarama, telah lama bermimpi bahwa Fiji, karena lokasinya yang strategis, dapat diubah menjadi Singapura-nya Pasifik Selatan – dengan bantuan investasi luar negeri, terutama juga India. India adalah bagian dari kebijakan Look North Policy Fiji, yang dimulai pada 2006.

India juga dapat memperluas kehadirannya di Pasifik Selatan melalui diasporanya. India memiliki jumlah penduduk diaspora yang cukup besar di Australia, Kaledonia Baru, Fiji, dan Selandia Baru.

Berlawanan dengan diaspora Tiongkok di Pasifik Selatan, komunitas migran India memiliki pandangan politik beragam dan tidak buta dalam dukungannya bagi negara India atau partai politik tertentu. Oleh karena itu, komunitas diasporanya tidak dianggap sebagai risiko spionase, seperti stigma yang umumnya terlihat dari rekan Tiongkok-nya.

Kesimpulannya, ekspansi India yang meluas di Pasifik Selatan pada umumnya dan Kepulauan Pasifik khususnya adalah bagian penting dari ekspansi jangkauan maritimnya. India akan memanfaatkan ikatan diplomatik, ekonomi, dan budayanya di kawasan ini, sebagai bagian menyeluruh dari rencana jangkauan strategisnya di Indo-Pasifik. (The Diplomat)

Balaji Chandramohan adalah seorang peneliti di institut penelitian Future Directions International.

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top