TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Inggris siapkan 1.000 tentara ke Ukraina, sejumlah pemimpin dunia jalin diplomasi

Tentara papua
Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Inggris memerintahkan 1.000 tentara untuk memberikan dukungan jika terjadi krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh agresi Rusia di Ukraina. Perintah itu dikeluarkan menjelang kunjungan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menemui para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Polandia pada Kamis, (10/2/2022) hari ini.

Johnson akan pergi ke Brussels dan Warsawa untuk menekankan perlunya berpegang teguh pada prinsip-prinsip NATO.  Ia juga akan membahas cara-cara agar Inggris dapat memberikan dukungan militer –sementara Rusia menempatkan pasukannya di dekat perbatasan Ukraina. Lawatan Johnson itu adalah salah satu di antara serangkaian diplomasi internasional.

Sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin awal pekan ini. Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris akan mengadakan pertemuan secara tatap muka dengan sekutu-sekutu dan mitra AS di Konferensi Keamanan Munich minggu depan.

Menteri luar negeri serta menteri pertahanan Inggris juga akan berada di Moskow minggu ini untuk melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan mereka. “Inggris tetap teguh dalam komitmen kami terhadap keamanan Eropa,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan, dikutip Antara dari Reuters Kamis, (10/2/2022).

Baca Juga : Konflik Rusia Ukraina pasukan AS sudah tiba di Polandia
Kanada sebut agresi Rusia terhadap Ukraina tak dapat diterima
Erdogan berencana kunjungi Ukraina bantu redakan ketegangan dengan Rusia

Ia menegaskan sebagai aliansi harus menarik garis di tengah salju dan menjelaskan bahwa ada prinsip yang tidak akan kami kompromikan.

Kantor Johnson, Rabu (9/2/2022) kemarin mengulang peringatan bahwa serangan militer lebih lanjut ke Ukraina oleh Rusia kemungkinan akan menyebabkan pengungsian orang secara besar-besaran di perbatasan Eropa.

Keadaan itu dikhawatirkan bisa berdampak pada negara-negara seperti Polandia dan Lithuania. Pada 2014, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina.  Kantor Johnson mengatakan bahwa perdana menteri juga akan membahas dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengenai tawaran Inggris untuk meningkatkan pertahanan aliansi.

Agenda pembahasan termasuk penggandaan pasukan di Estonia, menyiagakan lebih banyak jet RAF di Eropa selatan, dan pengerahan baik kapal patroli Trent maupun kapal perusak Type 45 ke Mediterania Timur. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us