HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ini agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019 di Papua

Logo kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019. - Koalisi Masyarakat Sipil
Ini agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019 di Papua 1 i Papua
Logo kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019. – Koalisi Masyarakat Sipil

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koalisi Masyarakat Sipil akan memulai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019 pada Senin (25/11/2019). Kampanye yang akan berlangsung hingga 10 Desember 2019 itu akan dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti kampanye, pelatihan, bedah buku, diskusi, pembukaan pos pengaduan, hingga sosialisasi dan pemeriksaan HIV.

Dalam siaran persnya, Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan memilih tema “Perempuan Bergerak, Selamatkan Manusia Papua” untuk merangkai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019 di Papua. Tema itu diusung untuk menyikapi tren kekerasan di Papua, baik yang dialami oleh masyarakat Papua secara umum, maupun perempuan Papua.

Ini agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2019 di Papua 2 i Papua

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye Internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership. Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.

Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Penghapusan kekerasan terhadap perempuan membutuhkan kerja bersama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk bergerak secara serentak, baik aktivis HAM perempuan, Pemerintah, maupun masyarakat secara umum.

Dalam siaran persnya, Koalisi Masyarakat Sipil mencatat gelombang demonstrasi damai untuk menolak rasisme dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang terjadi pada 16 dan 17 Agustus 2019. Sejak itu, berbagai unjukrasa terjadi di berbagai wilayah Papua, antara lain terjadi di Kota dan Kabupaten Jayapura, Manokwari, Sorong, Nabire, Biak, Fak-Fak, Kepulauan Yapen, Merauke, Yahukimo, Bintuni, Timika, Deiyai, Paniai, Wamena.  Kekerasan, pengrusakan dan pembakaran, pengungsian dan pembatasan akses internet di Papua terjadi sebagai dampak lanjutan dari aksi menolak rasisme.

Koalisi Masyarakat Sipil menyebut sejumlah situasi terjadi Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 2019. Pertama, upaya pemerintah guna mengatasi konflik melalui upaya konsiliasi dibeberapa kabupaten/kota dan menghadirkan sejumlah aparat keamanan, belum mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat secara khusus perempuan di Papua, hal ini nampak pada tingginya angka pengungsian paska konflik di Kabupaten Nduga dan Jayawijaya.

Loading...
;

Kedua, pemerintah tidak optimal menangani pengungsi dari berbagai konflik dan kekerasan di Papua itu, khususnya pengungsi dari Kabupaten Nduga. Pengungsian para warga sipil itu membuat hilangnya akses perempuan terhadap lahan berkebun sebagai sumber kehidupan yang dikelola perempuan. Ketiga, pembatasan ruang kebebasan berekpresi semakin menguat dengan dilakukannya pemblokiran internet sebagai dampak dari penyebaran hoax atas situasi Papua. Keempat, Koalisi Masyarakat Sipil mengkritisi menguatnya isu pemekaran wilayah (Provinsi) Papua Selatan dan Papua Tabi, yang terjadi ketika pemerintah terus mengesampingkan berbagai persoalan utama di Papua, khususnya pemenuhan hak asasi manusia.

Koalisi Masyarakat Sipil juga menekankan pengabaian hak yang terus dialami masyarakat Papua, termasuk perempuan. Ada masalah perampasan tanah adat akibat tingginya arus investasi, operasi militer, konflik sosial, masalah kekerasan dalam rumah tangga, marginalisasi ekonomi perempuan, situasi pelayanan kesehatan yang belum optimal, masalah kerusakan lingkungan.

Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari berbagai lembaga, organisasi, komunitas dan individu di Jayapura itu akan melakukan kampanye bersama selama 16 hari, mulai 25 November sampai 10 Desember 2019. Kampanye ini bertujuan agar masyarakat secara khusus perempuan bicara dan bergerak guna mendorong terpenuhinya lingkungan yang bebas kekerasan baik di ruang publik maupun domestik. Kampanye itu akan menjadi momentum untuk menolak berbagai bentuk penghilangan hak hidup dan hak dasar lainnya sebagaimana termaksud dalam konstitusi.

Sejumlah aktivitas sepanjang masa kampanye antara lain :

  • Pembukaan posko pengaduan (menerima konsultasi dan aduan kasuskekerasan terhadap perempuan), mulai tanggal 25 November 2019;
  • Liputan isu perempuan dan publikasi opini terkait isu perempuan pada 25 November – 10 Desember 2019;
  • Diskusi dan pemutaran film, 26 – 30 November 2019;
  • Sosialisasi dan pemeriksaan HIV, 30 November 2019;
  • Memoria passionis dan kampanye melawan lupa (peristiwa Nduga, Abepura berdarah dan Paniai 
berdarah), 02, 07 dan 08 Desember 2019;
  • Workshop tentang Dialog, 04 Desember 2019;
  • Bedah buku, 04 Desember 2019;
  • Kampanye noken, 04 Desember 2019;
  • Pelatihan menulis dan membuat video pendek, 06 Desember 2019;
  • Jejak petualang dan story telling, 07 Desember 2019;
  • Diskusi perempuan lintas denominasi gereja, 09 Desember 2019;
  • Talkshow tentang perempuan, lingkungan dan budaya, 10 Desember 2019;
  • Puncak peringatan hari HAM dan penutupan kampanye 16 HAKTP 2019, oleh Kork dan 
stand up komedi Yewen di Pasar Mama Papua, 10 Desember 2019.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top