HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ini alasan Momis dukung capres Thomas Raivet pada Pemilu mendatang

Thomas Raivet dan John Momis. - New Dawn FM / Aloysius Laukai

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi Presiden Bougainville John Momis, menyatakan dukungan kepada Calon Presiden Thomas Raivet di Pemilu Bougainville mendatang.  Momis menyatakan akan aktif berkampanye dalam Pemilu sebagai dukungan kepada seorang kandidat yang akan menggantikannya,  meski dia sendiri masih punya urusan yang belum selesai.

Tercatat bulan lalu, Mahkamah Agung Papua Nugini menghentikan upaya John Momis untuk memegang jabatan kepresidenan Bougainville  yang ketiga, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ini alasan Momis dukung capres Thomas Raivet pada Pemilu mendatang 1 i Papua

Sedangkan saat ini ada 25 orang calon, termasuk dua perempuan, yang bersaing memperebutkan posisi itu.

Baca juga : 20 capres akan maju pada Pemilu Bougainville

MA PNG dukung keputusan Parlemen Bougainville, tetap batasi masa jabatan presiden

Mantan pemimpin tentara Bougainville bersiap maju pemilu

Loading...
;

Ia sempat menyebut banyaknya capres tahun ini sebagai fakta ia harus pensiun. Meski menurut dia banyak dari capres yang maju tidak memiliki kecakapan atau pengalaman yang diperlukan untuk memimpin.

“Pemimpin-pemimpin harus memiliki kebiasaan untuk mendengarkan keinginan masyarakat,” kata Momis.

Ia menjelaskan para calon tidak bisa memaksakan keinginan. “Kalian harus dapat menerjemahkan aspirasi dan kebutuhan nyata masyarakat, dan mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab untuk mewujudkannya. Kalian memerlukan pemimpin visioner,” kata Momis menambahkan.

Ketegasan dukungannya untuk capres Thomas Raivet, yang sebelumnya merupakan Sekretaris pemerintah Bougainville dengan alasan pemerintah berikutnya akan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang ia sebut cita-citanya yang ia mulai pada tahun 1972. “Ketika orang-orang Bougainville mengirim saya dalam sebuah misi,” kata Momis menjelaskan

Presiden yang akan turun jabatan itu memulai karir politiknya 48 tahun yang lalu, tiga tahun sebelum PNG menjadi negara berdaulat.

Namun kariernya bisa jadi masih belum selesai. Begitu pemerintah baru mulai bekerja, diskusi formal tentang hasil referendum kemerdekaan Bougainville yang tidak mengikat baru-baru ini akan berlangsung dan Momis masih ingin berkecimpung dalam pembicaraan.

Mayoritas orang-orang Bougainville memilih untuk merdeka dari Papua Nugini, tetapi hasil masih referendum harus diratifikasi oleh parlemen pusat PNG.

“Tapi itu tentu saja itu bergantung pada proses konsultasi dan, dengan pengalaman dan wawasan saya dari awal, saya ingin membantu, selama pemerintah baru ingin melibatkan saya,” kata Momis.

Menteri Implementasi Perjanjian Perdamaian Bougainville, Albert Punghau, berkata konsultasi antara kedua pemerintah diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun.

Momis berkata dia telah diyakinkan oleh Raivet bahwa dia akan ditunjuk sebagai utusan khusus Bougainville, dengan penekanan khusus pada negosiasi mengenai referendum kemerdekaan baru-baru ini. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa