Ini alasan Perempuan pedalaman Sulteng paling siap hadapi krisis pangan

Ilustrasi kebutuhan pangan di Tanah Papua - Jubi/Ramah
Ini alasan Perempuan pedalaman Sulteng paling siap hadapi krisis pangan 1 i Papua
Sekitar 70 persen kebutuhan pangan di Tanah Papua masih didatangkan dari luar daerah – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palu, Jubi – Perempuan desa di Provinsi Sulawaesi Tengah mempunyai kemampuan mengolah lahan di sekitar hutan untuk memproduksi bahan pangan. Keberadaan lahan di sekitar lahan hutan itu tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

“Itu merupakan wujud dan upaya dalam mendukung Ketahanan pangan dan kelompok perempuan yang memiliki kemampuan mengaksesnya dan mengelolanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” kata Desmon, dari Konsorsium Siklus, Senin, (13/4/2020) kemarin.

Baca juga : Perempuan adalah tiru dan yum

Perempuan adalah tiru dan yum

Belajar kesehatan alat reproduksi perempuan dan membuat pembalut kain

Konsorsium Siklus  yang merupakan gabungan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di sektor lahan dan hutan serta pertanian di Sulawesi Tengah. Desmon menyebut para perempuan desa di Sulteng memanfaatkan Pampa, yang merupakan sebutan lahan di sekitar tempat tinggal dan berdekatan hutan. “Lahan itu diolah digunakan untuk menanam kebutuhan pangan, dilakukan sekelompok perempuan,” kata Desmon menambahkan.

Loading...
;

Kondisi itu membuktikan perempuan desa sekitar kawasan hutan memiliki potensi dan hak untuk terlibat mengelola hutan saat menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan.

Hal itu menjadi alasan pemberdayaan perempuan wajib dilakukan untuk mencapai keadilan gender, bahkan strategi dikembangkan pemerintah desa sebagai program unggulan. Seharusnya pemerintah serius memperhatikan para perempuan desa yang memberikan dampak nyata di tengah dampak perubahan iklim dan situasi rentan krisis pangan.

“Kelompok-kelompok perempuan yang ada di desa yang secara turun temurun dengan kearifan lokal seperti mengolah Pampa bisa menjadi solusi dalam pengurangan risiko terhadap ancaman dalam memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat,” Kata Desmon menjelaskan.

Hal itu sebagai bukti perempuan mempunyai peran penting dalam upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus membangun ketahanan pangan berkaitan pengelolaan hutan.

Ia mengusulkan program pemberdayaan perempuan untuk membentuk dan mengembangkan produk unggulan melalui kerjasama pemerintah desa perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. (*)

Editor Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top