Ini berbagai faktor penyebab kekalahan calon petahana di Papua

papua-petahana-pilkada
Ilustrasi, pelaksanaan pemungutan suara saat pilkada serentak di salah satu kabupaten di Papua, 9 Desember 2020 - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Akademisi dari Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua, Yakobus Richard Murafer berpendapat, berbagai faktor sebabkan mayoritas calon kepala daerah (kada) petahana di Papua, kalah pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada, 9 Desember 2020.

Pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Uncen itu mengatakan, dari beberapa faktor itu ada tiga hal yang diduga merupakan penyebab utama kekalahan para calon kepala daerah petahana.

Penyebab utama itu, yakni kegagalan mempertahankan basis suara atau konstituen, gagal mengatasi situasi pandemi, dan kegagalan partai politik (parpol).

Katanya, dalam konteks Pilkada kini semakin banyak pemilih rasional. Lebih melihat pada kinerja calon kepala daerah petahana selama menjabat.

Pemilih rasional menilai, ada ketidak konsistenan calon petahana dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama lima tahun.

“Ini artinya petahana gagal menjaga basis massanya. Konstituennya yang pernah memenangkannya saat pilkada lima tahun sebelumnya. Mestinya bagaimana petahana menjaga basis suaranya,” kata Murafer kepada Jubi, Rabu (13/1/2021).

Menurutnya, di sisi lain selama masa pandemi Korona masyarakat berharap keluar dari kesulitan berbagai aspek kehidupan. Namun calon petahana gagal memenuhi harapan warganya.

Loading...
;

Program kerjanya tidak membantu warga di daerah itu keluar dari kesulitan di tengah pandemi. Situasi itu menyebabkan masyarakat berpikir rasional dan beralih ke kandidat lain.

Katanya, kekalahan petahana juga tidak terpisahkan dari kegagalan parpol pendukung. Parpol sebagai kendaraan politik dinilai tidak menjalankan strateginya dengan baik.

“Tim kampanye, tim pemenangan tidak melakukan yang namanya marketing politik. Komunikasi politik, pendidikan politik, dan sosialisasi politik. Ini faktor yang saling berkaitan satu sama lain, meski masih ada ruang untuk petahana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” ucapnya.

Kata Murafer, penyebab lain yang mungkin mengakibatkan kekalahan para calon petahana di Papua adalah waktu Pilkada yang singkat. Masa kampanye terbatas dan ketidakpastian dalam pelaksanaan kampanye yang berubah ubah.

“Ada banyak faktor tidak ada faktor tunggal. Tapi faktor utama, tiga hal tadi,” ucapnya.

Yakobus Murafer menambahkan, partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilkada di Papua, tidak berdampak signifikan pada kekalahan calon petahana. Secara umum partisipasi pemilih di Papua pada masa pandemi korona, dinilai masih signifikan seperti sebelum sebelumnya.

“Perilaku memilih masyarakat kita hari ini dilihat dari faktor sosioligis, historis dan psikologis. Rakyat merasa tak ada perubahan dalam program kerja petahana selama lima tahun. Dari segi historis, selama menjabat petahana gagal merebut simpati rakyat. Secara psikologis, masyarakat kini pemilih rasional. Melihat kinerja pemimpin selama menjabat,” kata Murafer.

Sebanyak 11 kabupaten di Papua yang melaksanakan Pilkada serentak Desember 2020. Pilkada di sembilan daerah diikuti petahana. Akan tetapi calon kada petahana yang kembali terpilih berdasarkan hasil pleno penetapan Komisi Pemilihan Umum, hanya di dua kabupaten.

Anggota komisi bidang pemerintahan dan politik DPR Papua, Emus Gwijangge berpendapat sama. Ia mengatakan kekalahan para calon kada petahana di Papua menggambarkan, masyarakat di sana telah menjadi pemilih rasional.

“Itu artinya tolok ukur warga adalah kinerja para petahana selama menjabat. Mungkin warga menilai mereka gagal sehingga mencoba mencari figur baru untuk membuat terobosan dan perubahan,” kata Emus Gwijangge.

Selain itu katanya, ini juga menggambarkan jika kekuasaan tidak selamanya dapat mengalahkan suara rakyat.
Dapat dikata, calon petahana unggul dalam berbagai aspek pendukung dibanding calon lain. Misalnya materi, dukungan mayoritas Parpol dan aspek lain.

“Akan tetapi, rakyatlah yang menentukan kepada siapa mereka memberikan suaranya. Mempercayakan kepemimpinan di daerah lima tahun ke depan kepada calon yang dinilai tepat,” ucapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top