Ini cara petani India protes menolak undang-undang yang dinilai merugikan mereka

Papua
Aksi protes petani di Merauke, Senin (28/9/2020) - Jubi/Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Puluhan ribu petani India berbondong-bondong menuju New Delhi menggunakan traktor miliknya sebagai protes menentang tiga undang-undang tentang pertanian dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Republik, Selasa, (26/1/2021). Jika pemerintah India merayakannya dengan parade militer, maka para petani melakukannya dengan pawai traktor. Tentu konvoi traktor menyebabkan kemacetan parah di jalan raya utama di India bagian utara.

“Kami akan memberi Modi (Perdana Menteri Narendra Modi) pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan,” kata salah satu pengunjuk rasa, dari distrik Ludhiana di Punjab, yang mengendarai traktornya sendiri.

Pengunjuk rasa itu merupakan pria berusia 35 tahun, yang mengolah lahan seluas 4 hektare. Pengeras suara menyanyikan lagu-lagu antipemerintah saat iring-iringan panjang kendaraan meluncur di Jalan Raya Nasional 44, disertai dengan lusinan dapur komunitas untuk membagikan makanan dan minuman panas di musim dingin.

Baca juga :Kebutuhan gizi masyarakat Fiji jadi perhatian pemerintah pasca-Yasa

Industri pertanian yang topang Pasifik saat Covid-19 lumpuhkan pariwisata 

Hadapai pandemi Covid-19, FAO imbau konsumsi produk makanan lokal

Loading...
;

Para petani yang sebagian besar berasal dari negara bagian Punjab dan yang berbatasan dengan Haryana telah berunjuk rasa sekitar dua bulan untuk memprotes tiga undang-undang pertanian baru itu. Mereka merasa aturan-aturan tersebut merugikan mata pencaharian mereka dan menguntungkan perusahaan besar.

Serikat petani mendorong pencabutan undang-undang tersebut. Mereka menolak tawaran pemerintah yang ingin menangguhkan pemberlakuan UU tersebut.

Beberapa pembicaraan dengan pemerintah Modi telah membuat sedikit kemajuan, dan pengunjuk rasa sekarang bertujuan untuk meningkatkan taruhan dengan prosesi yang akan mengikuti parade militer hari Selasa.

Para pemimpin tertinggi dan pejabat militer menghadiri parade keamanan tinggi tahunan untuk menandai hari berlakunya konstitusi India pada tahun 1950.

Pada akhir pekan, polisi mengatakan mereka akan mengizinkan setidaknya 12 ribu traktor melintasi 100 kilometer di sekitar ibu kota, meskipun ada beberapa peringatan intelijen tentang kemungkinan upaya untuk mengganggu aksi damai petani.

Sebuah kelompok petani mendesak anggotanya untuk menahan diri dari kekerasan dalam instruksi rinci yang dikeluarkan untuk acara hari Selasa. “Ingat, tujuan kami bukan untuk menaklukkan Delhi, tetapi untuk memenangkan hati orang-orang di daerah ini,” katanya.

Sedangkan di negara bagian barat Maharashtra, ribuan petani juga bergerak. Mereka berbondong-bondong ke upacara pengibaran bendera pada hari Selasa di jantung Mumbai, ibu kota keuangan India.

“Kami di sini untuk mendukung petani di Delhi, untuk menyoroti bahwa petani di seluruh negeri melanggar undang-undang pertanian,” kata Ashok Dhawale, seorang pemimpin protes di salah satu negara bagian India. (*)

Editor : Edi Faisol

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top