Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini hambatan ekonomi yang dihadapi masyarakat Gunungsitoli

Ilustrasi kekeringan, pixabay.com

Pendapatan rata rata masyarakat di Kota Gunungsitoli masih rendah, padahal angka kemiskinan di Kota Gunungsitoli menurun dari 18 persen di tahun 2018, turun menjadi 16 persen di tahun 2019.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Gunungsitoli, Jubi – Masyarakat Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mengeluh sulitnya mendapatkan air bersih, pupuk bersubsidi, serta layanan listrik. Sejumlah kesulitan yang dialami itu menghambat  peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

“Masalah yang dominan disampaikan dan dikeluhkan masyarakat adalah terkait sulitnya mendapatkan air bersih dan pupuk bersubsidi,”  kata Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa, Rabu, (19/2/2020) kemarin.

Herman menyebutkan telah mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli membantu masyarakat agar tidak sulit mendapat pupuk bersubsidi dan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar. Sedangkan mengenai pemadaman listrik yang sering terjadi, diharapkan Pemkot Gunungsitoli berkoordinasi dan mencari solusi bersama sama dengan PT PLN Area Nias.

“Untuk peningkatan ekonomi, dia mendorong Kepala Desa dan Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) di Kota Gunungsitoli lebih inovatif dan kreatif dalam mengalokasikan dana desa tahun 2020,” kata Herman menambahkan.

Inovasi yang diharapkan dalam mengalokasikan dana desa ke arah pemberdayaan dengan membentuk Bumdes. Selain itu Kepala Desa harus bisa mengidentifikasi produk yang bisa ditanam di Pemkot Gunungsitoli melalui Badan Pemberdayaan Desa atau Kelurahan juga diminta mengalokasikan dana desa tahun 2021 untuk pelatihan personil Bumdes secara berkesinambungan.

Loading...
;

Ia meyakini jika pengembangan pertanian di 98 desa di Kota Gunungsitoli digerakkan secara serius maka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian yang selama ini berada pada urutan ketiga dengan angka 14 persen  akan meningkat.

“PDRB pertanian akan meningkat dan bersaing dengan PDRB sektor perdagangan atau perbengkelan yang berada posisi pertama dengan angka 26 persen,” kata Herman menjelaskan.

Herman mengaku kecewa pendapatan rata rata masyarakat di Kota Gunungsitoli masih rendah, padahal angka kemiskinan di Kota Gunungsitoli menurun dari 18 persen di tahun 2018, turun menjadi 16 persen di tahun 2019.

Dia berharap penurunan angak kemiskinan tersebut harus dikawal dengan membuka lapangan lapangan kerja yang baru di Kota Gunungsitoli. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top