Follow our news chanel

Ini karya sastra para penulis perempuan Papua

Ini karya sastra para penulis perempuan Papua 1 i Papua
Sebagian penulis yangg hadir saat peluncuran antologi sastra. Gema Herlin, Vera Ria, Daymen, Rika, Alfrida, Fenny dan Apo. Dok/ Maulana.

Dua buku antologi sastra penulisnya perempuan Papua itu sebagai ruang ekpresi keberpihakan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dua buku antalogi puisi masing-masing berjudul Sisir Bambu dan Puisi Tunggal Re-Rasa resmi diluncurkan pada Sabtu, (2/11/2019) di  Line Coffee Buy Cafe Waena. Dua buku antologi sastra penulisnya perempuan Papua itu sebagai ruang ekpresi keberpihakan.

“Masing-masing Re-Rasa karya Aplonia D. Yonggom cetak tahun 2018 Papua Sisir Bambu cetakan Tahun 2019, merupakan puisi perempuan,” kata pegiat Sastra, Alfrida Yamanop, Senin, (4/11/2019).

Maca juga : Menjalankan perdamaian perempuan Papua dengan visi ketuhanan

Hari Perempuan Internasional, ciptakan ruang bagi perempuan Papua

Noken angkat perekonomian perempuan Papua

Loading...
;

Yamanop mengatakan antalogi buku itu sebagai kolaborasi bersama antar penulis perempuan Papua. “ Yang ingin mengembangkan sastra Papua bersama-sama. Agar perempuan juga mendapatkan peluang menulis,” kata Yamanop menambahkan.

Acara peluncuran buku Antologi Puisi ini dirancang secara sederhana meski tak mengurangi subtansi diskusi yang berlangsung  bebas. Yamanop yang juga sebagai penggagas program buku perempuan juga terlibat dalam tulisan antologi Sisir Bambu.

Menurut dia, kumpulan puisi Perempuan Papua “Sisir Bambu” merupakan bagian dari Program Buku Perempuan Papua yang digagas sejak tahun 2018.

“Program Buku Perempuan Papua direncakan menghasilkan kumpulan tulisan perempuan Papua dari Provinsi Papua dan Papua Barat  dalam bentuk puisi, cerpen dan esai,” ujar Yamanop menjelaskan.

Program buku perempuan Papua merupakan proyek yang muncul dan terinspirasi saat menjadi salah satu penulis dalam buku antalogi perempuan Indonesia timur “Isis dan musim-musim” tahun 2014 lalu.

“Selain itu juga saya juga termotivasi setelah mengikuti perkembangan di dunia maya tentang bagaimana antusias dari teman teman perempuan pecinta sastra diiindonesia Timur,” katanya.

Antaologi buku yang diluncurkan sebagai bukti perempuan Papua yang bergerak dalam dunia sastra berbasis feminisme. Gerakan itu sejalan dengan berapa hasil kajian yang menyebutkan jumlah penulis perempuan termasuk penulis sastra di Papua yang masih kurang.

Yetty Okokay, seorang pengajar di Kota Jayapura mengapresiasi peluncuran dua buku tersebut. Yetty mengatakan kehadiran buku baru ini merupakan suatu kebanggan karena melalui acara seperti begini bisa menggugah hati sesame anak Papua.

“Tuhan berkati semua yang telah menyumbangkan pikiran & menyukseskan acara launcing bukunya. Bisa berada bersama perempuan-perempuan papua yang hebat & luar biasa,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top