Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-keluarmasukwilayahwamena-covid 19
Pelayanan di posko terpadu Covid-19 di Bandara Wamena-Jubi/Islami.

Ini kebijakan baru keluar masuk wilayah Wamena

Papua No.1 News Portal

Wamena, JubiPemerintah Daerah Jayawijaya kini telah mengubah cara pelayanan surat jalan keluar masuk wilayah Wamena.

Diubahnya sistem pelayanan surat jalan maupun rapid, dikarenakan tim Covid Jayawijaya melihat selama ini orang yang datang meminta surat jalan dan mengurus surat pengantar tes Rapid, ternyata kebanyakan belum mendapatkan tiket.

“Terkadang sampai dengan masa waktu yang ditentukan dalam surat jalan itu lewat, terpaksa mereka kembali urus surat jalan dan rapid ulang,” kata Bupati Jayawijaya yang juga ketua tim gugus tugas Covid-19, Jhon Richard Banua kepada awak media, Kamis (19/11/2020) di Wamena.

Dengan begitu kata bupati, tes Rapid  menjadi sia-sia. Kini sistem yang berlaku, siapa yang sudah dapat kode booking tiket perjalanan, langsung diminta lakukan tes Rapid.

Ia jelaskan jika hal ini telah dikoordinasikan bersama maskapai yang layani penerbangan ke Wamena-Sentani, dimana jika ada penumpang yang telah membeli tiket lalu melakukan tes  rapid  dan dinyatakan reaktif, maka tiket yang bersangkutan tidak hangus.

“Kalau ada yang hasilnya reaktif, langsung melaporkan ke maskapai, maka akan ada pertukaran penumpang hingga geser waktu berangkat sehingga tiketnya tidak hangus,” katanya.

Sementara itu pimpinan PT. Trigana Air Wamena, Michael Biduri menjelaskan setiap calon penumpang yang hendak keluar Wamena bukan harus memiliki tiket terlebih dahulu baru rapid, tetapi hanya sekedar meminta cap ke maskapai sebagai pengantar lakukan tes Rapid.

Loading...
;

“Intinya bukan harus sudah memiliki tiket. Alurnya, penumpang yang mau keluar Wamena meminta surat izin di Pemda, lalu dari kantor otonom ke setiap maskapai yang dipilih untuk diberi cap yang menunjukan bahwa penumpang bersangkutan memang serius mau berangkat. Ada bukti bahwa dia punya cap dari maskapai, jadi belum dikasih tiket,” kata Michael Biduri melalui sambungan telepon.

Setelah mendapatkan cap dari maskapai, kata dia, calon penumpang kembali ke Pemda untuk diberi pengantar untuk tes Rapid . Hasilnya lalu dibawa kembali ke maskapai. Jika dinyatakan non reaktif, barulah bisa membeli tiket.

Ia menambahkan, sistem ini awalnya hanya berlaku bagi pihak yang ingin masuk ke Wamena di posko kesehatan Jayawijaya di Sentani, karena terjadi penumpukan penumpang dengan adanya kebijakan yang ingin masuk melalui satu pintu dari Bandara Sentani.

“Tetapi kalau dari Wamena tidak terjadi penumpukan penumpang seperti di Jayapura. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya kembali saja ke setiap calon penumpang, bagaimana bisa mengatur perjalanannya dengan aturan yang diterapkan selama pandemi ini,” katanya.

Ia juga tekankan jika setiap calon penumpang yang dinyatakan reaktif, maka tiketnya tidak akan hangus. Bisa dilakukan perubahan jadwal keberangkatan setelah dinyatakan negatif Covid-19.

Namun pembelian tiket hanya berlaku di loket atau kantor Trigana Air. Bukan dari agen travel. “Karena kalau dari travel kita tidak layani. Kita ingin mempermudah masyarakat, jadi kalau penumpang membeli tiket di loket Trigana dan hasil rapid reaktif, tiketnya tidak hangus yang penting bawa hasil rapid test nya lalu bisa diubah waktu berangkatnya,” kata Michael. (*)

Editor: Syam Terrajana

Scroll to Top