Follow our news chanel

Ini kecaman Taiwan terhadap pemerintahan komunis China

ouasa-china
Simbol komunis china, pixabay.com
Ini kecaman Taiwan terhadap  pemerintahan komunis China 1 i Papua
Simbol komunis China, pixabay.com

Taiwan menyebut Republik Rakyat China dengan menyatakan negara itu merupakan ancaman perdamaian dan berusaha mencari alasan-alasan untuk ekspansi militernya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Taipei, Jubi – Pemerintahan Taiwan mengecam kediktatoran China pada peringatan ke-70 berdirinya negara tersebut. Taiwan menyebut Republik Rakyat China dengan menyatakan negara itu merupakan ancaman perdamaian dan berusaha mencari alasan-alasan untuk ekspansi militernya.

Tecatat Pasukan Nasionalis yang dikalahkan melarikan diri ke Taiwan tahun 1949 setelah menderita kekalahan dalam perang saudara dari kaum Komunis. China mengklaim Taiwan yang sekarang memiliki sistem demokrasi sebagai wilayahnya, dan tak pernah berhenti menyatakan akan menggunakan kekuatan untuk memasukkannya ke dalam kendali Beijing.

Berita terkait : China akan kerahkan kekuatan bagi “reunifikasi” dengan Taiwan

Taiwan kecam manuver jet China di garis maritim

Peringati kemerdekaan, Taiwan janji bebas dari China

Loading...
;

Presiden Xi Jinping saat berpidato dalam parade militer besar di Beijing untuk menandai pemerintahan Partai Komunis selama 70 tahun, mengatakan China akan mendorong pengembangan hubungan damai dengan Taiwan dan terus berjuang bagi reunifikasi penuh ke dalam pangkuan Ibu Pertiwi.

Dewan Urusan Daratan Taiwan, yang menanggapi parade tersebut dan komentar Xi, mengatakan Taiwan tidak akan pernah menerima satu negara dengan dua sistem, seperti yang diterapkan di Hong Kong dan Makau.

“Partai Komunis China telah tetap menjalankan kediktatoran dengan satu partai selama 70 tahun, sebuah konsep pemerintahan yang melanggar nilai-nilai demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, dan menimbulkan risiko dan tantangan bagi pengembangan China Daratan,” kata Dewan Urusan Daratan Taiwan.

“Teriakannya mengenai perjuangan bagi persatuan, peremajaan besar dan unifikasi hanya merupakan alasan bagi ekspansi militer, yang mengancam secara serius perdamaian regional dan demokrasi dunia, dan peradaban,” kata dewan tersebut.

Menurut dewan tersebut, Taiwan sudah berazaskan demokrasi selama lebih 30 tahun dan China seharusnya menggunakan momen ini untuk bercermin dan mendorong ke arah demokrasi.

“Garis kelangsungan hidup dan perkembangan China Daratan tidak terikat pada satu orang dan satu partai,”katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top