Ini kondisi ekosistem pantai di Sumsel yang mulai kritis

mangrove, papua
Ilustrasi, hutan mangrove, sarangib/pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Palembang, Jubi –  Sedikitnya 20 persen kawasan hutan bakau atau mangrove di Sumatera Selatan (Sumsel) dalam kondisi kritis. Akibatnya, kelestarian biota laut terancam dan aktivitas pelabuhan penyeberangan pun terganggu.

“Di Pelabuhan Tanjung Api-Api sudah terlihat dampaknya. Akibat sedimentasi, kadang kapal tidak bisa sandar karena pesisir pelabuhan yang sangat dangkal. Kapal baru bisa sandar ketika air pasang,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Panji Tjahjanto, usai Penanaman Mangrove di kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumsel, Senin (3/8/2020) kemarin.

Baca juga : Lapangan timbul tenggelam, ‘lapangan rahasia’ dengan ‘aturan rahasia’

Youtefa, teluk indah yang masih bernoda sampah

Sampah plastik akibatkan hasil tangkapan nelayan berkurang

Panji mengatakan terdapat 158.734 hektare kawasan hutan bakau di Sumsel yang tersebar di tiga kabupaten yakni Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir. Dari luasan tersebut, lebih dari 30 ribu ha hutan bakau dalam kondisi kritis.

Loading...
;

“Kerusakan bakau disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang melakukan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, tambak udang, dan perkebunan,” kata Panji menambahkan.

Selain itu, pemanfaatan kayu bakau menjadi arang yang diperjual-belikan juga turut merusak hutan bakau. Hal itu memicu timbulnya sedimentasi dan abrasi di sekitar lokasi yang kritis dan mengancam aktivitas penyeberangan Pelabuhan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin ke provinsi Bangka-Belitung.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan sebenarnya keberadaan bakau dapat mencegah terjadinya abrasi dan menjaga kelestarian biota laut di sekitar.  “Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan, kata Herman.

Menurut Herman, saat ini sejumlah upaya dilakukan untuk menekan kerusakan mangrove, seperti rehabilitasi lahan dan upaya menjadikan kawasan mangrove sebagai lokasi wisata.

Selain itu Pemprov Sumsel berencana merehabilitasi 50 hektare kawasan mangrove tahun ini. Tercatat langkah awal  sebanyak 2.020 bibit bakau ditanam di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Api-api. Untuk rencana lokasi wisata, kata Herman, akan mengusung Taman Nasional Berbak-Sembilang yang memiliki potensi wisata cukup bagus dengan adanya aktivitas burung migran.

“Burung itu bermigrasi ke Sembilang karena adanya mangrove yang menjadi sarang kepiting dan udang yang menjadi makanannya. Kalau tidak ada mangrove, burung itu tidak akan datang,” kata Herman menjelaskan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top