Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ini kondisi harimau Sumatera yang dipindahkan dari habitat asal

Harimau, pixabay.com
Ini kondisi harimau Sumatera yang dipindahkan dari habitat asal 1 i Papua
Harimau, pixabay.com

 

“Harimau sumatera jantan itu pada malam hari sudah aktif bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lampung, Jubi – Harimau sumatera atau Phantera tigris sumatrae yang dievakuasi dari Muara Enim, Sumatera Selatan, ke kawasan Lampung kini sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan baru di pusat konservasi harimau di Tambling Wildlife Nature Conservation, Kabupaten Pesisir Barat. Harimau liar itu sebelumnya dipindahkan pada 22 Januari 2020, karena ditemukan masuk ke kawasan perkebunan dan pemukiman warga.

“Harimau sumatera jantan itu pada malam hari sudah aktif bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” kata kata dokter hewan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) yang menjadi koordinator translokasi harimau, Sadmoko Kusumo, Selasa, (28/1/2020).

Baca juga :  BBKSDA sebut harimau Sumatera yang dipindah tempat perlu diobservasi

Pemburu harimau Sumatera ditangkap

Loading...
;

Seekor harimau diduga masuk perkebunan kampus Unsri

Kusumo menyebutkan kondisi harimau itu terus membaik, termasuk mulai makan menggunakan potongan daging ayam yang telah diberikan vitamin dan aktif bergerak di malam hari.

“Dengan sudah adanya aktivitas di malam hari, berarti harimau ini sudah mulai beradaptasi dengan kondisi sekitar. Ini menunjukkan tren yang lebih baik setiap hari,” kata Kusumo menambahkan.

Kondisi harimau Sumatera tersebut akan terus dipantau selama menjalani rehabilitasi. Setelah dinilai bisa kembali ke habitat aslinya, harimau sumatera itu akan dilepasliarkan.

Ia memperkirakan harimau Sumatera yang ditangkap karena diduga menyerang warga di daerah Muara Enim itu bisa dilepasliarkan setelah menjalani rehabilitasi dalam hitungan bulan di TWNC, pusat rehabilitasi harimau yang berada di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

TWNC, yang mencakup area seluas 45 ribu hektare menjadi tempat rehabilitasi bagi sejumlah harimau yang berkonflik dengan manusia di wilayah Sumatera.

“Kalau harimau cepat kembali ke kondisi awal ya makin cepat. Kita doakan saja asli sifat alam liarnya tidak hilang,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top