Follow our news chanel

Previous
Next

Ini kondisi Hong Kong usai bentrokan demonstran

Polisi bersiaga, pixabay.com

 

Ini kondisi Hong Kong usai bentrokan demonstran 1 i Papua
Polisi bersiaga, pixabay.com

Aksi yang berlanjut pada Senin hari ini menyerukan aksi mogok nasional.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi– Para penumpang kereta di Hong Kong disambut oleh polisi antihuru-hara di stasiun bawah tanah pada Senin dalam situasi menegangkan setelah massa pada akhir pekan semakin gencar memperjuangkan demokrasi di kota yang berada di kendali China tersebut.

Hong Kong sedang menghadapi krisis politik terparahnya dalam puluhan tahun belakangan ini. Aksi yang berlanjut pada Senin hari ini menyerukan aksi mogok nasional. Namun namun kota tersebut terlihat kembali tenang, toko-toko kembali dibuka, kereta beroperasi dan para karyawan di kota pusat bisnis global tersebut kembali bekerja.

Berita terkait : Cathay Pacific peringatkan rencana demonstran Hong Kong

China ancam tumpas demonstran di Hong Kong

Loading...
;

Pejabat China sebut Hong Kong berada di titik kritis

Banyak sekolah dasar ditutup, meski beberapa anak yang lebih besar pergi ke sekolah dengan menggunakan helm. Mahasiswa, yang kerap memimpin aksi protes, diharapkan dapat mengganti kelas yang mereka tinggalkan selama aksi protes.

“Tidak, tidak, kami tidak akan melakukan aksi mogok. Pada saat ini kami membutuhkan uang,” kata Cherry Leung, 47, sambil menyusun dagangan jeruk dan semangka di warung miliknya.

“Saya rasa kami cukup kesulitan untuk saat ini,” kata Cherry menambahkan.

Tercatat pada sehari sebelumnya, Minggu, (1/9/2019), ribuan pengunjuk rasa memblokade jalan dan transportasi umum menuju bandara Hong Kong. Aksi itu sebagai upaya menarik perhatian dunia pada gerakan mereka untuk memaksa Beijing memberikan otonomi yang lebih luas kepada bekas jajahan Inggris tersebut.

Otoritas bandara menyebutkan 25 penerbangan dibatalkan pada Minggu namun layanan transportasi sebagian besar kembali normal. Setelah meninggalkan Bandara pada Minggu, sejumlah pengunjuk rasa menargetkan stasiun bawah tanah MTR  di dekat distrik Tung Chung, merusak pintu putar dan menghancurkan kamera CCTV serta lampu dengan tiang logam. Polisi kemudian bergegas melakukan penangkapan terhadap beberapa dari mereka. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top