Ini langkah Dinkes Papua berantas NAPZA

Kadinkes Papua Aloysius Giyai saat menyampaikan materi - Jubi/Humas Dinkes Papua.
Ini langkah Dinkes Papua berantas NAPZA 1 i Papua
Kadinkes Papua Aloysius Giyai saat menyampaikan materi – Jubi/Humas Dinkes Papua.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Penanganan para pengguna Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di Papua cenderung sebatas menjalankan program rehabilitas bagi mereka. Padahal, idealnya penangangan pengguna NAPZA harus melalui empat tahapan-mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai di Jayapura, Jumat (15/3/2019). Giyai menyatakan pihaknya akan meningkatkan kerjasama penanganan pengguna NAPZA di Papua.

“Dalam waktu kami bekerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Papua dan seluruh pengelola Lembaga Pemasyarakatan akan membuat Nota Kesepahaman penanganan pengguna NAPZA di Lembaga Pemasyarakatan. Saya berharap Nota Kesepahaman itu bisa ditandatangani pada April 2019, bersamaan dengan Rapat Kerja Kesehatan Daerah Papua,” kata Aloysius Giyai kepada wartawan, Jumat (15/3/2019) di Jayapura.

Menurut Giyai, di Papua hanya terdapat tiga rumah sakit (RS) khusus untuk menangani penderita gangguan mental dan jiwa akibat NAPZA di Papua. Ketiga RS tersebut diantaranya RS Jiwa Abepura, RS Merauke dan Paniai. Keterbatasan jumlah rumah sakit yang mampu menyelenggarakan rehabilitasi pengguna NAPZA membuat penanganan pengguna belum kolaboratif.

“Idealnya harus secara kolaboratif melibatkan semua stakeholder terkait seperti, Kemenkum HAM, BNN, kepolisian, Dinas kesehataan, LSM, swasta dan OKP karena dampak dari masalah ini besar. Demikian pun dalam upaya rehabilitasi bagi penderita gangguan jiwa akibat Napza,” ujarnya.

Ditempat yang sama Abdul Haris dari Lapas Kelas IIB, Merauke mengatakan penghapusan kartu Papua Sehat bagi orang asli Papua yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan menyulitkan penanganan orang asli Papua yang kedapatan menggunakan NAPZA. Ia berharap, Kartu Papua Sehat bisa menanggung semua pembiayaan bagi pasien NAPZA agar penanganan bisa lebih cepat. “Kami sering membawa tahanan atau narapidana kami ke RS, namun biaya pengobatan atau rehabilitasi mereka ternyata tidak ditanggung program Kartu Papua Sehat,” katanya. (*)

Loading...
;

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top