Follow our news chanel

Ini langkah DLH Manokwari terkait dugaan polusi pabrik semen

Cerobong asap pabrik semen mengeluarkan asap hitam pada pekan lalu. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Ini langkah DLH Manokwari terkait dugaan polusi pabrik semen 1 i Papua
Cerobong asap pabrik semen mengeluarkan asap hitam pada pekan lalu. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

“DLH sebelumnya telah memanggil pihak pabrik semen atas dugaan pencemaran udara yang dilaporkan ke Dinas Provinsi,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari mensikapi dugaan polusi udara di sekitar lokasi pabrik semen Maruni. DLH akan memediasi pertemuan antara warga tiga kampung sekitar lokasi pabrik semen, serta menghadirkan pengelola pabrik dan beberapa pabrik pemecah batu sekitar.

“DLH sebelumnya telah memanggil pihak pabrik semen atas dugaan pencemaran udara yang dilaporkan ke Dinas Provinsi,” kata Kabid pencemaran DLH, Manokwari Maklion Ayatanoi, kepada Jubi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga : Asap Kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru mulai ganggu kesehatan

Pemerintah Liburkan Pelajar karena Kabut Asap

Peneliti: Ada indikasi ‘fly ash’ keluar cerobong, DLHP bentuk tim terpadu

Loading...
;

Menurut Ayatanoi, pemanggilan untuk klarifikasi setelah mendapat aduan dari masyarakat. Meski ia mengaku belum dapat menyimpulkan adanya dugaan polusi asap, karena masih dalam tahap invenstigasi oleh tim terpadu bersama DLH Manokwari.

“Semua masih dugaan, kita belum bisa pastikan apakah asap dan abu hitam itu dari pabrik semen atau bukan,” kata Ayatanoi menambahkan.

Ia beralasan  di lokasi tersebut juga ada pabrik pemecah baru dengan sistem mesin. Sedangkan lembaganya akan menyampaikan setelah kerja tim investigasi rampung.

Tercatat pada Sabtu akhir pekan lalu warga tiga kampung sekitar lokasi pabrik semen, Kapung Dobut, Misapmeisi dan Maruni, telah menggelar pertemuan internal menghadirkan  Dinas Lingkungan Hidup dan Binmas Polres Manokwari.

Kepala Kampung Dobut, Septinus Aibu mengatakan, pertemuan warga tiga kampung itu hanya sebatas diskusi untuk satukan sikap sebelum hadir dalam pertemuan dengan pihak pabrik semen yang diduga sebagai penyebab utama polusi udara.

“Pertemuan kami warga tiga kampung, hasilkan catatan untuk pabrik semen dan juga untuk pemerintah kabupaten dan provinsi yang harus disikapi. Karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa banyak orang,” kata Aibu.

Sedangkan pengelola pabrik semen Maruni belum merespon ketika dimintai konfirmasi laporan itu. (*)

Edito : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top