Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ini langkah sejumlah negara Amerika Latin hadapi corona

Papua
Ilustrasi Pandemi Covid-19 - Pixabay.com.
Ini langkah sejumlah negara Amerika Latin hadapi corona 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Mulai Senin (16/3/2020) dengan mengerahkan pasukan militer untuk berjaga di jalan, menutup perbatasan, dan memberlakukan jam malam.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lima, Jubi – Sejumlah negara di dunia melakukan kebijakan untuk perlindungan warga negaranya dari penyebaran virus Corona atau Covid -19. Tercatat sejumlah negara-negara di Amerika Latin memperketat pengawasan terhadap penyebaran wabah virus corona, mulai Senin (16/3/2020) dengan mengerahkan pasukan militer untuk berjaga di jalan, menutup perbatasan, dan memberlakukan jam malam.

Ini langkah sejumlah negara Amerika Latin hadapi corona 2 i Papua

Meskipun pandemi Covid-19 di Amerika Latin belum separah wilayah Asia atau Eropa, namun pemerintah negara-negara kawasan itu melakukan langkah agresif untuk membatasi penyebaran lebih lanjut virus corona yang telah membuat sejumlah kota dikunci, jalur transportasi internasional ditutup, dan aktivitas ekonomi terganggu.

Baca juga : Ribuan Napi di Brazil kabur sebelum penutupan wilayah akibat corona

Waspadai penyebaran virus corona, liga Eropa pastikan ditunda

Idris Elba positif corona, “Aku tidak punya gejala apapun”

Loading...
;

Presiden Peru Martin Vizcarra menyebut bahwa para pemimpin dari Argentina, Chile, Uruguay, Paraguay, Bolivia, Kolumbia, Ekuador, dan Brazil telah melakukan rapat melalui telekonferensi untuk menganalisis situasi dan berkoordinasi menentukan langkah penanganan pandemi.

“Kami telah bersetuju untuk melakukan upaya bersama,” kata Vizcarra, yang menyatakan negara-negara Amerika Latin akan melakukan koordinasi soal pasokan kebutuhan medis serta menghitung dampak ekonomi di kawasan.

Di Lima, ibu kota negara Peru, anggota pasukan militer yang mengenakan masker memblokade jalanan utama, sedangkan polisi membatasi pergerakan masyarakat seiring dengan pemberlakuan isolasi sosial oleh pemerintah.

Peru juga menangguhkan hak konstitusional warga negara, seperti melakukan kegiatan berkumpul dan mengemukakan pendapat, namun menjamin operasional supermarket, apotek, bank, layanan dasar, dan layanan transportasi berjalan normal.

Di Paraguay, negara yang sejauh ini melaporkan delapan kasus infeksi COVID-19, pemerintahnya menerapkan jam malam mulai pukul 20.00 setiap harinya demi membatasi keramaian di ruang publik.

Orang-orang tertentu, misalnya pekerja di tempat vital, jasa pengantaran makanan, atau layanan transportasi, masih bisa bebas bergerak, menurut Menteri Dalam Negeri Paraguay, Euclides Acevedo.

Di Kolombia, pemerintah akhirnya bisa memperbaiki relasi dengan Venezuela yang sempat tegang setelah mulai berbagi informasi terkait virus corona. Presiden Kolombia Ivan Duque telah menginstruksikan penutupan perbatasan maritim, darat, dan sungai mulai 17 Maret hingga 30 Mei, demi mencegah masuknya virus yang menginfeksi saluran pernapasan itu.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga melakukan langkah serupa namun lebih ketat, yakni dengan memperluas area karantina masyarakat mulai hari ini, setelah kasus positif corona di wilayahnya berlipat ganda menjadi 33 kasus.

Namun, tidak semua negara Amerika Latin sejalan. Perselisihan diplomatik terjadi ketika presiden El Savador menuduh Meksiko mengizinkan pasien terpapar corona untuk terbang ke San Salvador dari Kota Meksiko, ibu kota masing-masing. Meksiko membantah hal itu. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top