Follow our news chanel

Previous
Next

Ini pandangan ICAKAP terhadap dinamika dan pandangan politik West Papua

Ini pandangan ICAKAP terhadap dinamika dan pandangan politik West Papua 1 i Papua
Ketua DPP ICAKAP, Vinsensius Lokobal (tengah bertopi) saat jumpa pers di Abepura – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setelah mencermati dinamika dan perkembangan politik di West Papua akhir-akhir ini – baik di dalam maupun di luar negeri – yang berpotensi mengancam keutuhan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP), berpandangan eksistensi Orang Asli Papua (OAP) sebagai ras Melanesia di antara suku-suku bangsa yang ada di Indonesia harus dihormati serta dipertahankan sepanjang masa.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat ICAKAP, Vinsensius Lokobal. Menuruntya nilai-nilai sosial kemanusiaan, kesatuan, dan persatuan serta solidaritas di antara sesama OAP maupun non Papua yang berdiam di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat tetap terpelihara sebagaimana adanya.

“Setiap orang menjauhkan diri dari segala kemungkinan timbulnya konflik dan kekerasan verbal baik secara vertikal maupun horizontal antara alat negara dengan rakyat Papua dan antara Papua asli dengan non Papua serta Papua dengan Papua,” ujar Vinsensius Lokobal kepada Jubi, Sabtu, (5/10/2019).

Lokobal mengatakan, pihaknya tetap menghargai dinamika dan dialektika isu politik Papua yang berkembang sekarang ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan tuntutan era keterbukaan serta globalisasi.

“Setiap orang yang berdiam di tanah Papua, supaya tetap menghargai martabat kemanusiaan dan jati diri orang asli Papua sebagai bagian dari ciptaan Tuhan dalam relasinya secara sosial budaya, ekonomi, politik, dan hukum,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, setiap orang supaya tetap menghargai hak-hak dasar orang asli Papua sebagai hak asasi yang tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa digantikan dengan alasan apapun.

Loading...
;

“ICAKAP sebagai bagian dari orang asli Papua, mengusulkan perlunya ‘Papuanisasi berbasis kearifan lokal’ dalam kebijakan negara sebagai solusi permanen dan bermartabat untuk mengakhiri gonjang-ganjing politik yang mengancam disintegrasi bangsa serta eksistensi orang asli Papua,” kata dia.

Maka pihaknya mengusulkan perlunya revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008, tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Kami bermaksud dalam rangka untuk segera mengakomodasi kebijakan Papuanisasi berbasis kearifan lokal dalam seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan hukum, sebagai respon negara atas tuntutan dan aspirasi rakyat Papua yang berkembang saat ini,” katanya.

Marianus Komanik, sekretaris ICAKAP menjelaskan kebijakan yang dimaksud seperti dalam jabatan politik strategis daerah dan nasional.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat harus orang asli Papua. Jabatan Bupati dan Wakil Bupati,Wali Kota dan Wakil Walikota Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat harus orang asli Papua. Anggota DPRP Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat harus orang asli Papua. Begitu juga DPRD daerah dan DPR RI dan DPD RI, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat harus orang asli Papua,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan struktural tingkat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, maupun tingkat Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat 90 persen harus orang asli Papua.

“Setingkat menteri utusan Papua juga OAP. Jabatan lembaga-lembaga sosial BUMD dan BUMN di daerah orang asli Papua. Peluang bisnis, pegembangan ekonomi kreatif serta proyek Pemerintah yang bersumber dana APBD dan APBN diutamakan pengusaha orang asli Papua,” katanya.

Pihaknya mengusulkan kebijakan Papuanisasi berbasis kearifan lokal dimaksud agar hak-hak dasar OAP yang selama ini terkesan terabaikan dapat dihargai kembali dalam kebijakan negara. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top