Follow our news chanel

Previous
Next

Ini pangan olahan tak memenuhi ketentuan temuan BPOM

Ini pangan olahan tak memenuhi ketentuan temuan BPOM 1 i Papua
Pemeriksaan pangan olahan oleh BPPOM, Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk pangan tidak memenuhi ketentuan senilai Rp3,97 miliar dari 1.152 sarana distribusi selama Desember 2019. Temuan itu berdasarkan kerja BPOM melalui 33 Balai Besar Balai POM dan 40 Kantor BPOM di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang mengintensifkan pengawasan pangan sejak awal Desember.

“Sampai 19 Desember 2019,  pemeriksaan telah dilakukan pada 2.664 sarana distribusi pangan dan hasilnya menunjukkan 1.152  atau 43,24 persen sarana distribusi tidak memenuhi ketentuan karena menjual produk pangan tanpa izin edar, rusak, dan kedaluwarsa,” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito, Senin, (23/12/2019).

Baca jugaPramuka Kwarcab Nabire pelajari obat dan pangan aman bersama BPOM

BPOM Jayapura minta konsumen cerdas dalam membeli barang

BPOM: Air minum isi ulang harus diawasi dengan ketat

Dalam pemeriksaan tersebut, aparat BPOM dan instansi terkait menemukan 188.768 kemasan terdiri dari 5.415 item pangan tidak memenuhi ketentuan dengan perincian 50,97 persen atau 96.216 kemasan  pangan ilegal. “Selain itu 42,98 persen  atau 81.138 kemasan pangan kedaluwarsa dan 6,05 persen  atau 11.414 kemasan pangan rusak,” kata Penny menjelaskan.

Loading...
;

BPOM telah mengintensifikasi pengawasan pangan rutin dilakukan untuk mengantisipasi peredaran produk yang tidak memenuhi syarat sekaligus melindungi masyarakat produk yang berisiko bagi kesehatan.

Penny mengaku pada masa libur Natal dan Tahun Baru produk-produk dengan tingkat permintaan tinggi dan produk impor menjadi sasaran pengawasan. “Pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, peredaran pangan cenderung meningkat,” katanya.

Permintaan produk seperti air minum dalam kemasan, tepung, dan makanan sajian hari raya biasanya meningkat menjelang hari raya dan situasi itu seringkali dimanfaatkan untuk memasarkan produk yang tidak aman atau layak konsumsi, termasuk produk pangan yang tidak punya izin edar, kedaluwarsa, dan rusak. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top