Follow our news chanel

Previous
Next

Ini penjelasan Disorda Papua soal bonus atlet Peparpenas

Maria Wilil (kiri) dan Sania Aprilia (kanan) peraih medali di Peparpenas foto bersama ketua kontingen Papua, Timothius Matuan - Jubi/Dok
Ini penjelasan Disorda Papua soal bonus atlet Peparpenas 1 i Papua
Maria Wilil (kiri) dan Sania Aprilia (kanan) peraih medali di Peparpenas foto bersama ketua kontingen Papua, Timothius Matuan – Jubi/Dok

“Uang sudah ada di Bank Papua, tinggal proses,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sekretaris Disorda Papua, Idris Salama, mematikan anggaran bonus atlet Peparpenas sudah ada, namun untuk pendistribusiannya menunggu pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV selesai.  Pernyataan Idris Atlet terkait permintaan bonus atlet Papua peraih medali di kejuaran Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Jakarta.

“Kalau Popnas sudah selesai dilaksanakan kami akan segera serahkan dalam bentuk Tabanas. Sekarang uang sudah ada di Bank Papua, tinggal proses,” kata Idris ketika usai memantau pertandingan voli pantai di Jakarta, Kamis, (21/11/2019).

Baca juga  : Atlet dan pelatih Papua peraih medali Peparpenas terima bonus khusus

Bonus atlet peraih medali PON XX diusulkan naik

Ternyata Pemprov Papua belum anggarkan bonus atlet NPC

Loading...
;

Tercatat realisasi bonus yang dijanjikan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) hingga Rabu (20/11/2019) atau sepekan belum cair.

Idris meminta para atlet Peparpenas yang sudah berhasil membawa kontingen Papua meraih peringkat ketiga untuk bersabar. Kontingen Papua dalam Peparpenas IX Jakarta telah mengumpulkan 11 Emas  8 Perak dan 7 Perunggu.

“Atlet tak usah kuatir, bonus pasti terbayarkan. Akan tetapi, menungu sampai selesainya Popnas dulu,” ujar Idris memastikan.

Menurut dia hak-hak atlet lain seperti uang saku, paling lambat Rabu (20/11/2019) sudah ditranfer ke masing-masing rekening atlet. “Jadi untuk uang saku atlet tidak ada masalah, tinggal di tranfer ke rekening saja,”katanya.

Dalam wawancara Idris juga membantah hasil Popnas yang dinilai kurang memuaskan. Idris dengan tegas mengatakan kurang setuju jika kegagalan atlet di kejuaran pelajar, dikaitkan dengan kurangnya TC dan alat pendukug lainnya.

Ia mengakui waktu kerusuhan di Jayapura TC sempat dihentikan, Disorda tidak mau mengambil resiko terhadap keselamatan para atlet. “Namun, soal peralatan kan memang sudah ada, dan mengenai perlengkapan pertandingan itu memang ada salah paham saja antara pelatih dengan Disorda,” katanya. (*)

Ralat: Pemberitaan ini telah mengalami ralat. Sebelumnya tertulis “Kontingen Papua telah mengumpulkan 20 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu dengan total 23 medali …” Redaksi melakukan ralat, dengan mengubahnya menjadi “Kontingen Papua dalam Peparpenas IX Jakarta telah mengumpulkan 11 Emas  8 Perak dan 7 Perunggu.” Redaksi Jubi memohon maaf atas kesalahan tersebut. 

Editor : Edi Faisol

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top