Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ini penyebab DPRD Merauke kritik pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke mengkritik pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke karena tidak tanggap dan menyikapi dengan cepat masalah yang dihadapi nelayan di Distrik Waan yang terpaksa membuang ribuan ikan hasil tangkapannya karena sulit dijual.

Kritikan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, kepada Jubi, Selasa (8/8/2017).

Ini penyebab DPRD Merauke kritik pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan 1 i Papua

“Memang  beberapa kampung di Distrik Waan memiliki potensi ikan sangat menjanjikan. Hanya saja persoalan yang terjadi adalah pemasaran,” katanya.

Beberapa tahun silam, jelas  Moses, saat perusahan di Wanam masih beroperasi membeli ikan, masyarakat tidak merasa kesulitan. Pasca ditutup dua tahun silam, nelayan lokal orang asli Papua sulit menjual ikan hasil tangkapannya.

“Jika ikan yang dijaring mencapai ribua  ekor, nelayan hanya mengambil dan menjual gelembungnya karena harganya  mahal. Sedangkan ikannya dibuang begitu saja,” katanya.

“Saya kira ini adalah tugas dan tanggung-jawab Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke. Harusnya mereka turun ke kampung-kampung dan membeli ikan tangkapan nelayan. Sekaligus dibawa dan dijual lagi ke kabupaten pemekaran seperti Boven Digoel dan Mappi,” kata Moses menambahkan.

Loading...
;

Dengan begitu, katanya, secara tidak langsung, akan memberikan pendapatan asli bagi daerah. Moses mengatakan ini peluang besar buat Merauke, tergantung apakah pejabat di Dinas mau ke kampung tidak.

Moses kurang sependapat jika pelatihan pengasinan ikan diberikan kepada masyarakat setempat.

“Kalau sudah ada pelatihan dan masyarakat mengasinkan ikan, tetapi kalau tak ada tempat penjualan, kan sama saja,” tuturnya.

Abukasim Maswatu, salah seorang nelayan di Distrik Waan, mengak ribuan ikan yang ditangkap nelayan lokal dibuang begitu saja atau dikuburkan, setelah mereka hanya mengambil gelembung.

“Memang tidak ada penadah yang  bisa membeli ikan tangkapan nelayan. Sehingga dibuang begitu saja di pinggir pantai. Itu sudah terjadi dalam setahun terakhir,” katanya. (*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top