Follow our news chanel

Previous
Next

Ini pernyataan penggugat dalam sidang ujaran kebencian surat terbuka tentang Papua

Papua
Ilustrasi ujaran kebencian - Pexels.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Aulia Fahmi menjelaskan maksudnya melaporkan Ruslan Buton ke Mabes Polri atas kasus dugaan ujaran kebencian. Ia mengatakan organisasi tempatnya beraktivitas, yakni Cyber Indonesia memang aktif memperhatikan konten-konten di media sosial yang mengandung ujaran kebencian dan berita bohong. Termasuk surat terbuka Ruslan Buton tentang Papua untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang viral di media sosial dalam beberapa hari.

“Ketika kita melihat itu (konten Ruslan Buton), waktu itu saya dan Muannas Alaidid dan saksi Shahab juga berpendapat bahwa konten ini sangat berbahaya, kalau dibiarkan akan menjadi liar di media sosial,” kata Aulia dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (24/9/2020).

Baca juga : Seorang bakal calon Wakil Gubernur Sumatera Barat jadi tersangka ujaran kebencian

Ujaran Puan, pasangan Cagub Cawagub ini kembalikan SK partai

Rasisme dan Diskriminasi sudah menjadi “nada dasar pembangunan Papua” sejak 1960an

Aulia menyebut netizen menjadi gaduh, setelah surat terbuka Ruslan Buton untuk Presiden Jokowi tersebut viral di media sosial. Warga negara disebut saling membenci dan mem-bully. “Kalau dibiarkan bisa menjadi pergolakan yang lebih besar,” ujar Aulia menambahkan.

Loading...
;

Ia juga mengaku dirugikan atas klaim Ruslan Buton untuk mewakili suara rakyat Indonesia dalam surat terbukanya kepada Jokowi. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian, Aulia juga menjelaskan tidak ada ancaman terhadap kedaulatan Indonesia, tidak ada pergolakan masyarakat, serta komponen masyarakat disebut masih mendukung pemerintah.

Klaim itu dibuat untuk membantah ucapan Ruslan dalam surat terbukanya untuk Jokowi. “Memang tak ada, damai,” ujar Aulia saat pernyataannya dalam BAP kembali diungkit di persidangan.

Kuasa Hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta kemudian mencecar alasan-alasan Aulia Fahmi tadi. Namun dijawab tentang kondisi Papua menurut dia.

“Jadi tak ada yang di Papua nembak-nembak itu. Itu tak ada? Papua Damai?,” Aulia coba menjawab pertanyaan Tonin. “Yang saya lihat dan saya rasakan saat itu,” kata dia.

Tercatat Ruslan Buton dilaporkan ke polisi karena membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi dalam bentuk rekaman suara berdurasi 4.08 menit. Ia meminta Jokowi mundur dari jabatannya sebagai presiden demi menyelamatkan bangsa. Jokowi dianggap gagal memimpin Indonesia.

Atas perbuatannya itu, jaksa penuntut umum mendakwa Ruslan Buton dengan empat pasal alternatif. Dakwaan pertama melalui Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara dakwaan kedua melalui Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal ini mengatur tentang perbuatan menyiarkan berita bohong. Sedangkan dakwaan ketiga menggunakan Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Terakhir, melalui Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top