Follow our news chanel

Previous
Next

Ini pesan malam Natal di gereja KSK dan KR Nabire

Ini pesan malam Natal di gereja KSK dan KR Nabire 1 i Papua
Umat Katolik di Paroli KSK Nabire dalam perayaan misa Malam Natal Tahun 2019 – Jubi/Titus Ruban.

“Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang”,

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ibadah perayaan malam di dua gereja katolik sekaligus dua paroki kota Nabire dilakukan dengan lancar dan hikmat. Tercatat misa di Gereja katolik paroki Kristus Sahabat Kita (KSK), dipimpim oleh pastor Paroki, Romo Yohanes Agus Setiyono, SJ. Sementara di Paroki Kristus Raja (KR), dipimpim Romo Christoporus Aria Prabantara, SJ.

Romo Agus mengatakan, Natal Tahun 2019 dengan tema diusung Konferensi Gereja Indonesia (KWI) “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang”, mengharapkan agar umat katolik menjadi orang – orang jelmaan kehadiran Kristus bagi sesama manusia.

“Jadi sebagai sahabat, keluarga sekaligus teman yang ingin berkorban. Termasuk tidak memandang sekat – sekat, baik itu suku, status sosial sebagaimana kehidupan yang merupakan hak dasar semua orang,” kata Romo Agus.

Baca juga : Misa malam Natal di Vatikan disiarkan langsung ke Nabire

Mahasiswa : Biarkan perayaan Natal damai tanpa operasi militer

Loading...
;

Jelang Natal Polres Merauke beri bingkisan tiga panti asuhan

Menurut dia, dalam misa malam kudus Paroki KSK menggunakan ayat injil; Yohanis ; 14 dan 15 yang isinya banyak menyebut menjadi sahabat bagi sesama di gereja. Lebih luas untuk masyarakat yang lain, lanjut Romo Agus, umat katolik tidak boleh membatasi diri sebagai komunitas yang eksklusif (Terpisah dari yang lain).

“Tetapi komunitas yang terbuka yang terwujud dengan tidak membatasi diri dan justru perwujutan jika umat dapat menjalin kerjasama dengan sesama yang bukan saja umat katolik namun masyarakat yang lebih luas,” kata Romo Agus menambahkan.

Ia mengajak agar cinta menjadi pondasi hubungan sesamamu seperti diri sendiri juga musuh – musuh sekaligus mendoakan mereka. “Maka dalam konteks keragaman agama, kiranya agama kristen harusnya menjadi pelopor bagi kesatuan menjadikan orang lain sebagai  partner dalam persahabatan hidup persaudaraan,” katanya.

Romo Agus menyatakan, gereja harus terbuka sepenuhnya dan tidak bisa mengikatkan diri pada kepentingan tertentu seperti politik dan kekuasaan. Gereja harus lebih kepada kepentingan kemanusiaan.

Ia mencontohkan kasus di Nduga, bahwa gereka harus lebih memperhatikan akan bagaimana manusia diperlakukan dalam citra dan martabatnya yang luhur. Bukan dalam penyelesaian konflik dengan cara kekerasan. “Sehingga gereja diharapkan mampu berdiri dimanapun secara netral dalam

kepentingan politik,”katanya.

Sementara itu, dalam homily Romo Tito menekankan membangun harapan dalam Yesus sang penyelamat. Harapan hidup, harapan bagi sesama dan harapan berbuat baik dan membantu sesama, adalah jalan menuju keselamatan.

“Gereja Katolik mengajarkan bahwa Keselamatan bukan hanya mencakup iman, sama halnya seperti sebuah tumbuhan yang bukan hanya terdiri dari akar,” kata Romo Tito.

Ia mengibaratkan tumbuhan yang hidup terdiri dari akar, batang, dan buah. “Keselamatan terdiri dari iman, harapan, dan kasih,”  kata Tomo Tito sapaan akrabnya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top