Ini sanksi pertama pemerintahan Biden terhadap ke Iran

Presiden AS dan Papua
Joe Biden. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjatuhkan sanksi pertamanya terhadap dua pejabat tinggi Iran atas tuduhan pelecehan terhadap tahanan politik. Langkah ini diambil sebagai penegasan bahwa hak asasi manusia akan menjadi prioritas. Kedua pejabat itu Ali Hemmatian dan Masoud Safdari, yang tergabung dalam Korps Garda Revolusi Iran. Mereka  terlibat dalam penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi lainnya terhadap tahanan politik selama aksi protes 2019-2020.

“Kami akan terus mempertimbangkan semua alat yang tepat untuk membebankan tanggung jawab kepada mereka atas pelanggaran hak asasi manusia di Iran,” kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken,  Selasa (9/3/2021).

Berita terkait : Iran bersiap tingkatkan ekspor minyak jika sanksi AS dicabut

Iran alami tahun terberat akibat sanksi AS dan pandemi Covid-19

Wabah corona, AS pertimbangkan pelonggaran sanksi untuk Iran

Meski Biden mendukung kembalinya diplomasi dengan Iran namun ia tetap bersikeras bahwa AS akan menjadikan HAM sebagai prioritas, termasuk dengan para sekutu AS seperti Arab Saudi.

Loading...
;

Berbeda dengan hukuman besar-besaran terhadap ekonomi Iran saat Donald Trump memimpin, sanksi tersebut tergolong kecil, yakni larangan pejabat tersebut beserta keluarga untuk mengunjungi Amerika Serikat.

Blinken mengatakan Amerika Serikat akan “menuntut pemerintah Iran memperlakukan rakyatnya dengan hormat dan bermartabat.”

Langkah itu dilakukan saat Iran mengupayakan pencabutan sanksi yang diberlakukan Trump, termasuk upayanya memblokir semua ekspor minyak, sebelum kembali mematuhi perjanjian pakta nuklir 2015. Ia juga mendesak Iran untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai mantan agen FBI Bob Levinson yang telah hilang 14 tahun.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Iran untuk memberikan jawaban yang kredibel atas apa yang terjadi pada Bob Levinson dan untuk segera dan dengan aman membebaskan semua warga AS yang ditawan secara tidak adil di Iran,” kata Blinken lebih lanjut.

Tercatat Levinson menghilang pada tahun 2007 di pulau Kish, Iran. Ia disebut sedang menyelidiki penyelundupan rokok, meskipun sebuah laporan kemudian mengatakan dia melakukan misi jahat CIA.

Namun pada bulan Desember, pemerintahan Trump menyimpulkan bahwa Levinson kemungkinan tewas dan menyebut Iran bertanggung jawab atas kematian itu.

Setidaknya ada empat orang Amerika lainnya yang diyakini ditahan atau dilarang meninggalkan Iran termasuk Baquer Namazi, mantan pejabat UNICEF berusia 84 tahun, dan putranya yang seorang pengusaha.(*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top