Follow our news chanel

Ini saran dewan terkait maraknya kawin kontrak di Bogor

Ilustrasi pernikahan, pixabay.com
Ini saran dewan terkait maraknya kawin kontrak di Bogor 1 i Papua
Ilustrasi pernikahan, pixabay.com

“Kita harus investasi SDM, jadi tidak hanya tebang lalu tumbuh lagi, harus diperbaiki sistem pendidikan di kita,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Cibinong, Jubi – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengusulkan adanya pembenahan sistem pendidikan menanggapi maraknya kasus kawin kontrak di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Perbaiki sistem pendidikan kita, itu salah satu caranya. Soal kebijakan, kita akan kaji dahulu di DPRD, bila memang itu diperlukan kita upayakan,” ujar Rudy, Selasa (18/2/2020).

Baca juga : Dinas PPA gelar pelatihan untuk pelayan korban kekerasan perempuan dan anak

Lapas perempuan dan anak akhirnya dibangun di Papua

Perempuan dan anak jadi korban rusuh di Papua

Loading...
;

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor perlu melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) berupa pendidikan karakter sejak usia dini. Sehingga masa mendatang fenomena kawin kontrak akan tergerus dengan sendirinya.

“Kita harus investasi SDM, jadi tidak hanya tebang lalu tumbuh lagi, harus diperbaiki sistem pendidikan di kita,” kata Rudy menambahkan.

Rudy berpendapat diperlukan peran pemerintah membuka lapangan kerja, karena faktor ekonomi disebut-sebut menjadi salah satu alasan maraknya kasus kawin kontrak di Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor harus berupaya agar bisa membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya. Tapi kita liat juga pelaku kawin kontrak itu apakah warga Bogor atau bukan, atau pendatang,” kata Rudy menjelaskan.

Tercatat Pemkab Bogor bersama Polres setempat sedang gencar melakukan penindakan perkara kawin kontrak. Terakhir Polres Bogor menangkap empat pelaku dan enam korban yang terlibat praktik kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Desember 2019.

“Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K. Sedangkan, enam korbannya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR,”  kata Kapolres Bogor, AKB Muhammad Joni. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top