Ini saran pakar agar penularan Covid-19 di pesantren mudah dicegah

Protokol Kesehatan Papua
Jemaah salat Jumat di Masjid Al-Askar, Bucen II Entrop, Kota Jayapura, Papua, yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19. - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal

Jakarta, Jubi – Pakar memberi saran menghindari penularan virus corona di pesantren yang selama sering menyebar lewat klaster salah satu pendidikan agama itu. Tercatat ada lima langkah efektif mengantisipasi penularan Covid-19 di pesantren. 

“Pertama, tes bebas COVID-19 tetap diterapkan kepada santri yang akan masuk ke wilayah pesantren,” kata Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr. Masdalina Pane, dikutip, tempo.co, Senin, (26/10/2020).

Baca juga : Puluhan santri di pondok pesantren ini positif Covid-19

Santri positif Covid-19 di Ponpes ini terus bertambah

Anggota kabinet kembali positif Covid-19, kali ini menimpa menteri Fachrul Razi

Ia tak memungkiri selama ini pesantren menjadi lokasi efektif dalam penanganan pencegahan Covid-19.

Loading...
;

“Kedua, perhatikan kebersihan lingkungan pesantren, mulai dari kebersihan kamar tidur, peralatan makan, dan juga peralatan beribadah perlu dipastikan higienis dan tidak dipakai bergantian,” kata Masdalina menambahkan.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar pesantren menerapkan protokol kesehatan, yaitu pakaimasker, jaga jarak hindari kerumunan, dan cuci tangan pakai sabun di air mengalir selama berada di lingkungan pesantren.

Sedangkan bagi santri yang mengalami gejala ringan segera melapor ke pengelola pesantren untuk segera mendapat tindakan cepat sehingga jika ditemukan gejala Covid-19. langkah itu dinilai lebih mudah karena penanganan di pesantren sedikit lalu lalang daripada di lingkungan perumahan.

Selain itu, Masdalina mengatakan agar ada pembatasan jumlah pengunjung pesantren agar mampu menekan intensitas pertemuan dengan orang luar yang berpotensi menularkan virus corona. Kalau pun ada jadwal kunjungan, sebaiknya wali santri pun dibatasi serta diberikan jarak saat bertemu dengan santri serta dilarang bersentuhan fisik.

“Agak sulit untuk menerapkan aturan ini awalnya karena kultur Indonesia yang terbiasa berkumpul, guyub, dan berpelukan sementara selama tujuh bulan ini kita harus jaga jarak, tak boleh bersalaman, hanya menangkupkan tangan saja,” kata Masdalina menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top