Follow our news chanel

Ini sebab Inflasi di Kota Jayapura dan Merauke terkendali pada Desember 2019

Mama-mama Papua yang berjualan hasil bumi di Pasar Pharaa Sentani - Jubi/Yance Wenda
Ini sebab  Inflasi di Kota Jayapura dan Merauke terkendali pada Desember 2019 1 i Papua
Ilustrasi mama-mama Papua yang berjualan hasil bumi di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hasil pemantauan BPS Provinsi Papua Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Jayapura dan Merauke mengalami inflasi yang terkendali kurun Desember 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Simon Sapary mengatakan pada penghujung 2019 tahun, kedua wilayah itu mengalami inflasi di bawah 1 persen.

Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 0,66 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dengan tingkat inflasi sebesar 0,85 persen. Sedangkan Merauke 0,86 persen jauh terkendali dibandingkan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,21 persen.

Menurut Simon, inflasi di Kota Jayapura dipicu kenaikan harga ikan ekor kuning, tarif angkutan udara, tukang bukan mandor, ikan mumar, Ikan teri, bawang putih, daging ayam ras, mobil, bawang merah, emas perhiasan, dan beberapa komoditas lainnya.

“Secara umum inflasi tersebut didominasi oleh pengaruh kenaikan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok bahan makanan yang memberikan andil total masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,21 persen terhadap total inflasi di Kota Jayapura,” katanya, Kamis (2/1/2020).

Sementara inflasi di Merauke dipicu kenaikan harga ikan mujair, udang basah, kangkung, daging sapi, kubis, daging ayam kampung, bawang merah, telur ayam ras, bayam, daging ayam ras, dan beberapa komoditas lainnya.

Loading...
;

“Secara umum inflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dengan andil total mencapai 0,79 persen terhadap inflasi di Merauke,” ujarnya.

“Diharapkan Tim Penangguangan Inflasi Daerah (TPID) di Papua di kota/kabupaten untuk melihat secara baik dan ini harus dipertahankan. Karena semua aman-aman saja, ini tim TPID yang bekerja keras, antisipasi itu berasal dari sana,” katanya.

Lain halnya dikemukakan pedagang Sayur, Efendi yang mengemukakan tak adanya kenaikan harga di berbagai komoditi sayur di sepanjang bulan Desember lalu, diakibatkan produksi sayur melimpah.

“Desember tahun lalu permintaan dari pedalaman banyak sekali, otomatis harga naik sedangkan Desember tahun ini , nggak ada pengiriman ke sana, sedangkan kapasitas produksi (hasil panen) melimpah, otomatis harga hancur,” ujarnya.

Sementara Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga yang juga wakil TPID Papua mengatakan, pihaknya telah bekerja sesuai dengan programnya yakni keterjangkauan harga seperti pelaksanaan Pasar Tani.

Menurutrnya salah satu kunci keberhasilan inflasi rendah saat ini adalah pengendalian komoditas volatile foods atau harga yang bergejolak dan bisa diakomodir melalui pasar tani.

TPID juga melakukan inspeksi mendadak (sidak), kata Naek untuk melihat sejauh mana keterjangkauan harga di pasar. Dengan menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi serta komunikasi secara efektif melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

“Inilah yang kami lakukan untuk mengantisipasi potensi inflasi. Tetapi sebenarnya kunci keberhasilan inflasi Papua berada di bawah nasional pada tahun 2019 adalah tarif angkutan udara yang mengalami penurunan akibat penambahan sejumlah rute di Papua oleh salah satu maskapai,” kata Naek.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top