Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ini sikap AS terkait dugaan perlakuan China terhadap muslim

Papua
Ilustrasi, pixabay.com
Ini sikap AS terkait dugaan perlakuan China terhadap muslim 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Pemerintah China dan pejabat Partai Komunis, yang diyakini bertanggung jawab atas penahanan atau penyiksaan minoritas Muslim di provinsi Xinjiang

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa terhadap pemerintah China dan pejabat Partai Komunis, yang diyakini bertanggung jawab atas penahanan atau penyiksaan minoritas Muslim di provinsi Xinjiang.

Ini sikap AS terkait dugaan perlakuan China terhadap muslim 2 i Papua

Departemen Luar Negeri AS, menyebutkan keputusan pembatasan visa dilakukan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, yang mengacu pada putusan Departemen Perdagangan pada Senin untuk menambahkan 28 perusahaan dan biro keamanan publik China. Termasuk perusahaan CCTV Hikvision  yang masuk ke daftar hitam perdagangan AS terkait perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur dan minoritas etnik Muslim lainnya.

“Pembatasan visa tersebut menyempurnakan aksi Departemen Perdagangan,” kata Mike Pompeo, Selasa, (8/10/2019).

Sebelumnya pejabat AS menyebutkan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat, yang terlibat dalam penumpasan terhadap Muslim, termasuk Sekretaris Partai Xinjiang, Chen Quanguo, salah satu anggota politbiro berpengaruh, eselon atas dalam kepemimpinan China.

Baca juga : Fleksibilitas China Untuk Proyek Bantuan Pasifik

Loading...
;

Ini kecaman Taiwan terhadap pemerintahan komunis China Warga China habiskan 127,5 miliar dolar untuk wisata ke luar negeri

Pengumuman Departemen Luar Negeri tidak menyebutkan daftar nama pejabat yang masuk dalam pembatasan visa, namun kabar itu membuat saham AS anjlok.

Banyak analis yakin tindakan pemerintah AS itu semakin memperkecil peluang mencapai kesepakatan antara China dan AS pekan ini untuk menyelesaikan perang dagang.

Amerika Serikat meminta Republik Rakyat China segera menghentikan penindasan di Xinjiang, membebaskan semua yang ditahan secara sewenang-wenang.

“Sekaligus menyudahi upaya untuk memaksa anggota kelompok minoritas Muslim China yang tinggal di luar negeri agar pulang ke China dan menghadapi nasib yang tak pasti,” kata Pompeo menegaskan.

Kedutaan Besar China di Washington, mengecam pemberlakuan pembatasan visa itu dan menganggap hal itu sebagai campur tangan dalam urusan internal China.

“Keputusan AS secara serius menerobos norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, dengan mencampuri urusan dalam negeri China dan mengacaukan kepentingan China,” kata juru bicara kedutaan dalam pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik.

China menyesali hal itu dan secara tegas menentangnya. “Xinjiang tidak memiliki apa yang disebut masalah HAM yang diklaim oleh AS. Tuduhan tersebut hanya sekadar dalih dari pihak AS atas intervensi mereka,” tulis pernyataan itu menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top