Follow our news chanel

Previous
Next

Ini sikap Israel usai PBB menolak perpanjang embargo senjata Iran

israel
Ilsutrasi, Ist/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Pemerintah Israel kecewa setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak proposal Amerika Serikat memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. Israel juga menyatakan kecewa terhadap tiga negara Eropa (E3) yang menjadi sekutu mereka yakni Inggris, Prancis dan Jerman, yang tidak mendukung usulan AS.

“Kami kecewa melihat teman-teman kami, negara-negara E3, tidak memberikan suara untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran,” ujar Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.

Baca juga : Catatan sejarah, pertama kali UEA dan Israel terhubung lewat telepon  

Israel bombardir jalur Gaza selama lima malam sebagai balasan

Iran kembali dilanda ledakan, kali ini pembangkit listrik

Ia menyebutkan negara-negara E3 harus memahami perhatian terhadap stabilitas regional dan mencegah mempersenjatai Iran adalah kepentingan global. “Upaya global untuk menghentikan agresi Iran harus dinyatakan dalam perbuatan, tidak hanya dalam deklarasi,” kata Gabi menambahkan.

Loading...
;

Gabi juga menyerukan kepada negara untuk bergabung dengan tuntutan AS untuk memulihkan mekanisme sanksi terhadap Iran.

Middle East Monitor, Kamis (27/8/2020) melansir berita kedua menteri membahas hubungan komersial dan politik setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa selain masalah regional, termasuk ancaman Iran, situasi di Libanon dan Hizbullah, serta perjanjian normalisasi yang ditandatangani Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA).

“Perjanjian bersejarah dengan UEA adalah bukti bahwa perdamaian dapat dicapai melalui dialog langsung antar negara… Kami berharap lebih banyak negara Timur Tengah akan bergabung dengan langkah ini,” ujar Gabi menjelaskan.

Tercatat DK PBB menolak permintaan AS untuk mengembalikan semua sanksi PBB terhadap Iran. Dilansir Associated Press, Duta Besar Indonesia untuk PBB yang menjadi Presiden DK PBB, Dian Triansyah Djani, mengumumkan hal tersebut sebagai tanggapan atas permintaan Rusia dan China untuk mengungkapkan hasil jajak pendapat tentang pandangan ke-15 anggota dewan tentang usulan AS.

Semua anggota dewan kecuali Republik Dominika, menyatakan kepada presiden DK PBB bahwa tindakan pemerintah AS adalah ilegal karena Presiden AS, Donald Trump, menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandatangani pada 2018.

“Setelah menghubungi anggota dan menerima surat dari banyak negara anggota, bagi saya jelas bahwa ada satu anggota yang memiliki posisi tertentu dalam masalah tersebut, sementara ada sejumlah besar anggota yang memiliki pandangan bertentangan,” ujar Djani. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top