TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Ini sikap Myanmar ketika tak diundang ke KTT ASEAN

Papua
ASEAN, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Naypyitaw, Jubi – Pemerintah militer Myanmar menolak keputusan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara yang mengecualikan pemimpin junta dari pertemuan konferensi tingkat tinggi (KTT) 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dijadwalkan pada 26 hingga 28 Oktober mendatang.

Kementerian luar negeri junta Myanmar mengatakan kepala negara atau pemerintahan Myanmar memiliki hak penuh dan setara untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Myanmar tidak akan berada dalam posisi untuk menerima hasil apapun dari diskusi dan keputusan yang bertentangan dengan ketentuan, tujuan dan prinsip-prinsip Piagam ASEAN,” kata kementerian luar negeri junta dalam pernyataannya, Jum’at, (22/10/2021) kemarin.

Baca juga : Kinerja ASEAN lambat tangani krisis Myanmar, Singapura mengecewakan
ASEAN didesak agar lebih keras hadapi junta militer Myanmar
KTT ASEAN gagal desak junta Myanmar bebaskan Tapol

Catatan PBB menyebutkan lebih dari 1.000 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar dan ribuan orang ditangkap dalam tindakan keras terhadap aksi mogok dan protes yang telah menggelincirkan demokrasi tentatif di negara itu dan memicu kecaman internasional. Sedangkan Junta Myanmar mengatakan jumlah korban tewas sebanyak itu dilebih-lebihkan. Tekanan internasional telah meningkat pada ASEAN untuk bertindak lebih keras terhadap kegagalan junta Myanmar dalam mengambil langkah-langkah yang disepakati untuk mengakhiri kekerasan, mengizinkan akses bantuan kemanusiaan, dan memulai dialog dengan lawan-lawan politiknya sesuai  konsensus ASEAN yang dicapai pada April 2021. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Oops, something went wrong.

Rekomendasi

Follow Us