Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ini tanggapan ahli biologi molekular Unipa terkait PCR Covid-19

Papua, sawab
Spesimen swap 35 orang yang mendapatkan hasil tes cepat Covid-19 reaktif dikirimkan ke Jayapura untuk diuji lebih lanjut dengan tes realtime PCR di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua. - Dok. Humas Pemkab Nabire
Ini tanggapan ahli biologi molekular Unipa terkait PCR Covid-19 1 i Papua
Spesimen swap 35 orang yang mendapatkan hasil tes cepat Covid-19 reaktif dikirimkan ke Jayapura untuk diuji lebih lanjut dengan tes realtime PCR di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua. – Dok. Humas Pemkab Nabire.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Pengadaan alat PCR atau Polymerase Chain Reaction  yang dipercaya memiliki sensitifitas tinggi dalam membaca genom Virus SARS-CoV-2 (Covid-19), sedang dilakukan oleh Pemerintah dan tim Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, termasuk di kabupaten Manokwari, Bintuni dan Kota Sorong.

 

Secara umum, informasi pengadaan alat PCR yang disebut-sebut, merupakan keseriusan Pemerintah Papua Barat, dan tiga daerahnya untuk menghadapi kenyataan pandemi Covid-19.

Pengadaan alat PCR di Papua Barat, tentu akan mempercepat hasil pemeriksaan swab untuk memastikan jumlah kasus konfirmasi. Dengan itu, Papua Barat tidak lagi menunggu hasil pengujian swab dari Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta atau di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar Sulsel.

Ini tanggapan ahli biologi molekular Unipa terkait PCR Covid-19 2 i Papua

Sementara, masyarakat luas masih sangat labil dalam menerima informasi tentang kegunaan PCR sebagai alat pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan materi genetik dari sel, bakteri, atau virus, termasuk pemeriksaan Covid-19.

Ahli biologi molekuler Universitas Papua Manokwari, Dr.Hamid Toha, mengatakan, pengadaan alat PCR untuk keperluan pemeriksaan DNA Covid-19, bukan sekadar alat yang dipesan, dipasang lalu digunakan begitu saja, tetapi dibutuhkan tenaga ahli dan laboran terlatih untuk mengoperasikannya.

Dia berharap, PCR yang dipesan Pemerintah Papua Barat termasuk Kabupaten Manokwari, adalah RT-PCR (Real Time – Polymerase Chain Reaction), sehingga proses pembacaan DNA virus dapat dilakukan dengan satu langkah saja.

“Beda perlakuan antara PCR dan RT-PCR. Karena pemeriksaan PCR dibutuhkan alat dan bahan lainnya seperti elektroforesis dan reagent, sementara RT-PCR hanya satu kali dan hasilnya dapat dimonitor melalui perangkat computer,” kata Hamid, Rabu (27/5/2020).

Loading...
;

Dalam situasi emergency pandemi, Pemerintah harus mendatangkan alat PCR yang lengkap, sehingga tidak memakan waktu dan biaya.

Dia juga menjelaskan, RT-PCR merupakan kombinasi antara PCR dan spektro.   Pada saat running, bisa dipantau hasilnya melalui monitor computer yang menunjukkan kurva keberadaan materi genetik virus.

“Jadi kalau kurvanya nampak ada kenaikan berarti sampelnya positif. Kalau tidak nampak berarti negatif,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap menjelaskan, PCR pesanan Papua Barat dipesan secara lengkap dengan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Selain itu, tenaga teknis juga akan disiapkan untuk mengoperasikan alat PCR.

“PCR pesanan Provinsi Papua Barat lengkap satu paket. Ada juga tenaga teknis yang akan melatih para tenaga laboran sebelum mereka operasikan alat PCR itu,” kata Arnold belum lama ini.

Dia juga mengakui, bahwa tenaga spesialis yang dilatih khusus untuk mengoperasikan PCR, akan selalu dilengkapi APD lengkap sesuai protocol kesehatan mengikuti standart WHO.

Diketahui, laporan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat hingga 26 Mei 2020 jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Papua Barat mencapai 132 kasus.

132 kasus positif itu tersebar di 8 kabupaten Kota diantaranya, Kabupaten Teluk Bintuni (38), Kota Sorong (32), Kabupaten Sorong (32), Raja Ampat (16), Kabupaten Manokwari (8), Teluk Wondama (3), Fakfak (2) dan Kabupaten Manokwari Selatan (1).

Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Corona di Papua Barat tercatat 35 orang tersebar di enam daerah diantaranya, Kabupaten Teluk Bintuni (13), Raja Ampat (12), Manokwari (6), Kabupaten Sorong (2), Kota Sorong (1) dan Kabupaten Manokwari Selatan (1). (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top