Ini tanggapan Direktur RSUD Abepura terkait kelangkaan obat

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, dr. Nico Barend mengakui bahwa rumah sakit yang dipimpinnya memiliki banyak persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Salah satunya persoalan kelangkaan obat-obatan yang menjadi keluhan para pasien.

“Saya akui itu, namun tidak semua obat-obatan generik kosong. Ada yang kosong, namun ada beberapa obat yang stoknya ada. Saya sudah berusaha keliling ke apotek-apotek yang ada di Kota Jayapura, ada beberapa obat memang yang kosong. Contohnya, obat paracetamol, ini kosong sama sekali,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/4/2017).

Dikatakan, kendalanya juga saat pemesanan obat-obatan. Ketika pihaknya memesan bukan berarti pesanan tersebut segera dikirim.

"Pastinya dilihat dari persediaan. Ada yang kita pesan stoknya langsung ada. Ada juga yang memang stoknya di Jayapura tidak ada. Itu yang memang menjadi problem kami di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap para petugas kesehatan di RSUD Abepura baiknya terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Untuk masalah kelangkaan obat, pihaknya juga sudah memberikan resep dokter kepada para pasien, yang nantinya pasien tersebut bisa mendapatkannya di apotek luar.

“Kalau pasien tersebut menggunakan BPJS atau KPS, pasien tersebut diberikan obat dan membeli di apotek lain, setelah membeli obat di apotek, pasien bisa meminta nota dan foto copy resep dokternya lalu diberikan kepada pusat pelayanan di rumah sakit. Uang yang mereka keluarkan untuk membeli obat tersebut nanti diganti oleh pihak rumah sakit. Jadi saya rasa tidak ada persoalan,” katanya.

Loading...
;

Sementara itu, Darwin Rumbiak Kepala Instalasi RSUD Abepura mengaku kelangkaan obat-obatan di RSUD Abepura karena kelambatan seorang direktur dalam mengambil kebijakan, sehingga mempengaruhi pelayanan bagi masyarakat.

“Keterlambatan obat yang masuk ke rumah sakit adalah keterlambatan Surat Keputusan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (SK PPTK) yang belum diterbitkan, sehingga pekerjaan sampai saat ini masih terlambat,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top