Follow our news chanel

Previous
Next

Ini yang dilakukan pemda, antisipasi dampak pandemi corona

Ilustrasi, pembagian bantuan sosial – Jubi/Tirto.ID
Ini yang dilakukan pemda, antisipasi dampak pandemi corona 1 i Papua
Ilustrasi, pembagian bantuan sosial – Jubi/Tirto.ID

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mengantisipasi dampak pandemi corona, jajaran pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Papua dan Papua Barat sigap mengambil langkah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Papua Barat, memperkuat stok beras dengan mendatangkan barang kebutuhanpokok masyarakat itu dalam jumlah besar.

Sementara, Pemkab Mimika, Provinsi Papua sejak Jumat (10/4/2020) menyalurkan bantuan berupa sembako (sembilan bahan pokok) kepada masyarakat di berbagai distrik (kecamatan) di pinggiran kota itu.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Pemkab Teluk Wondama, Ekbertson Karubuy, di Wasior, Minggu (12/4/2020), mengatakan dengan jumlah warga setempat sekitar 54 ribu jiwa maka kebutuhan beras mencapai 470 ton per bulan.

Perhitungan itu, katanya, didasarkan pada asumsi setiap jiwa mengonsumsi rata-rata 500 gram beras per hari.

Sejauh ini, pasokan beras ke Wondama diadakan oleh tiga distributor besar di Wondama, baru 180 ton per bulan sehingga masih terdapat kekurangan 290 ton yang harus diadakan sendiri oleh pemda.

“Jadi yang kurang itu yang dibiayai dengan APBD. Itu kita pakai untuk persediaan untuk operasi pasar tatkala persediaan menurun dengan harga setengah (dari harga pasar, red.),” kata dia.

Loading...
;

Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan para distributor beras di Wondama dan mereka siap membantu pemda untuk mendatangkan beras pesanan pemda.

“Anggarannya sudah masuk jadi tinggal kita tunggu pencairan langsung belanja,“ ujar Ekber yang mantan sekretaris Bappeda setempat itu.

Dalam rencana belanja untuk penanganan COVID-19, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setempat telah mengalokasikan anggaran Rp4,1 miliar untuk belanja barang kebutuhan pokok guna persediaan selama tiga bulan ke depan.

Pemkab Mimika salurkan bantuan sembako ke distrik

Asisten III Sekretaris Daerah Pemkab Mimika, Nicholaas Kuahaty, di Timika, Minggu (13/4/2020), mengatakan penyaluran bantuan itu  sembako akan dilakukan dalam pekan ini.

Bantuan kepada empat distrik di wilayah pegunungan, yaitu Tembagapura, Hoeya, Jila, dan Alama akan menggunakan angkutan udara, yaitu helikopter. Sedangkan pengangkutan sembako ke delapan distrik di wilayah pesisir menggunakan perahu motor dan kapal LCT.

“Kalau tidak ada hambatan dalam minggu ke depan ini akan kita dorong bantuan ke distrik-distrik dan kampung-kampung yang ada di pegunungan maupun yang ada pesisir. Kami harapkan keterlibatan aktif para kepala distrik dan kepala kampung untuk membantu pendistribusian bantuan sembako agar benar-benar sampai di tangan masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata dia.

Melalui Instruksi Bupati Mimika Nomor 1 Tahun 2020 yang diterbitkan pada 25 Maret lalu, Pemkab Mimika melakukan berbagai pembatasan antara lain penerbangan mengangkut penumpang dan pelayaran mengangkut penumpang untuk menekan laju penularan COVID-19 agar tidak sampai kampung-kampung pedalaman.

Dengan adanya pembatasan-pembatasan itu, Nicholaas berharap,  masyarakat yang bermukim di kampung-kampung pegunungan dan pesisir tetap tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah, bahkan datang ke Timika untuk membeli bahan kebutuhan pokok.

Terkait dengan rencana pengangkutan bantuan sembako ke distrik pegunungan, hingga saat ini Pemkab Mimika sedang menghitung sembako yang akan diangkut, guna menyesuaikan dengan kapasitas angkut pesawat (helikopter).

“Sementara ini, Dinas Perhubungan sedang menghitung berapa kali penerbangan untuk bisa mengangkut bantuan sembako ke distrik-distrik di wilayah gunung. Kalau soal angkutan tidak menjadi masalah, namun ada hal lain yang harus dipertimbangkan secara matang, terutama menyangkut kondisi keamanan,” kata dia.

Dia menjelaskan semua bantuan sembako, berupa beras, mie instan, gula, kopi, minyak goreng, dan lainnya itu sepenuhnya disediakan Pemkab Mimika untuk membantu masyarakat yang kini mengalami kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok.

Apalagi, katanya, setelah terhenti pelayanan penerbangan penumpang maupun pelayaran kapal dari dan menuju Timika sejak 26 Maret lalu. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top