Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Insentif nakes Jayawijaya tunggu keputusan pemerintah pusat

Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua, berbincang bersama tim penanganan Covid-19. -Jubi/Islami

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua, mengatakan pemberian insentif bagi para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini menangani Covid-19 belum pasti kapan akan terealisasi, karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Kami di daerah belum bisa memberikan insentif, karena masih menunggu janji dari presiden yang dananya dari APBN. Sampai sekarang belum dapat laporan dari rumah sakit maupun Dinas Kesehatan atau provinsi, bahwa sistem pembayarannya seperti apa sekarang ini,” katanya, di Wamena, Rabu (22/7/2020).

Insentif nakes Jayawijaya tunggu keputusan pemerintah pusat 1 i Papua

Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat membayar secara ganda, karena pemerintah pusat berjanji menambah insentif bagi mereka yang bekerja dalam penanganan Covid-19.

“Sampai sekarang realiasasi belum ada. Pemda Jayawijaya sendiri nantinya akan melihat terlebih dahulu insentif dari pusat, apabila dari APBN sesuai yang dijanjikan atau tidak, dimana besarannya dokter Rp 15 juta, petugas kesehatan lainnya ada yang Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta. Tetapi sekarang ini juknis cara perhitungannya juga beda dengan apa yang disampaikan sejak awal,” katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Nduga insentif tenaga dokter yang menangani Covid-19 berbeda dengan yang diterima daerah lain, seperti yang dijanjikan Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Nduga, Ina Gwijangge, saat dihubungi menyampaikan insentif nakes untuk penanganan Covid-19 telah dibayarkan melalui APBD Nduga sejak Maret hingga Juni.

Loading...
;

Tenaga dokter sebesar Rp 12 juta per orang sesuai SK bupati, berbeda dengan edaran Kementerian Kesehatan Rp 15 juta, namun hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah pusat.

“Untuk tenaga perawat melalui SK bupati diberikan insentif sebesar Rp 6 juta per orang, sedangkan dari kementerian Rp 7,5 juta, memang ada selisih insentif yang diterima,” katanya.

Ina Gwijangge menambahkan, tenaga medis yang menangani Covid-19 di Nduga yang menerima insentif berdasarkan SK bupati sebanyak 51 orang yang terdiri dari dua dokter, perawat, dan bidan ditambah tenaga administrasi. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top