Follow our news chanel

Internet diblokir, tapi Dewan Pers sebut Indeks Kebebasan Pers di Papua naik

Blokir Internet Papua
Aksi solidaritas menentang pemadaman akses internet di Papua - tempo.co.

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Dewan Pers menyatakan Indeks Kebebasan Pers atau IKP di Papua pada tahun 2020 meningkat menjadi 70,42. Peningkatan IKP yang menggambarkan kondisi kemerdekaan pers pada periode Januari 2019 sampai dengan Desember 2019 terjadi saat Papua mengalami pemblokiran internet pasca insiden rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus 2019, unjuk rasa anti rasisme, dan sejumlah amuk massa.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, M Agung Dharmajaya menyatakan IKP di Papua secara umum naik, karena pers di Papua dinilai cukup bebas. “Secara keseluruhan kondisi indeks Kebebasan Pers di Papua cukup bebas, dengan nilai 70,42,” kata Agung saat pertemuan daring pada Selasa (27/10/2020).

IKP Papua 2020 itu naik dibandingkan IKP Papua 2019. Pada tahun lalu, IKP di Papua senilai 66,56. IKP Papua 2019 itu menggambarkan kondisi kemerdekaan pers pada periode Januari 2018 sampai dengan Desember 2018.

Menurut Agung, nilai IKP Papua itu dihitung dari lingkungan ekonomi (dengan nilai 74,50), kondisi lingkungan fisik dan politik (dengan nilai 71,601), dan kondisi lingkungan hukum (dengan nilai 66,32). Ketiga indikator itulah yang menghasilkan Indeks Kebebasan Pers Papua senilai 70,42.

Baca juga: Tok! Pemerintah Indonesia bersalah atas pemutusan internet di Papua dan Papua Barat

Penilaian itu disusun berdasarkan data sembilan orang informan penelitian yang berasal dari perwakilan organisasi pers, perusahaan pers, pemerintah, dan juga TNI/Polri. “Barangkali muncul [pertanyaan] kenapa hanya sembilan organ? Kami sampaikan, bisa jadi tahun berikutnya berubah. Biasanya satu informan maksimal 2 kali kami libatkan. Tahun berikutnya, dapat dilihatnya bisa berubah dalam menyampaikan terkait,” jelasnya.

Agung menjelaskan IKP di Papua itu merupakan IKP terendah di Indonesia. “Memang betul, pasti ada beberapa catatan yang mau tidak mau harus kita perbaiki. Kesempatan ini kita tidak bicara baik-benar, tidak saling menyalahkan. Apa hal yang sudah baik, mari kita teruskan. Untuk yang belum baik, kita perbaiki,” katanya.

Loading...
;

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Lucky Ireeuw menyampaikan naiknya IKP Papua patut disyukuri. Akan tetapi, Ireeuw menyampaikan keheranannya, “IKP membaik, padahal di tahun 2019 ada pemblokiran internet di Papua, dan itu sangat menyulitkan kami pekerja media. Kami saja sempat tidak terbit selama tiga hari,” kata Ireeuw yang juga pemimpin redaksi koran Cenderawasih Pos itu.

Ireeuw menyatakan pemblokiran internet pada Agustus -September 2019 lalu telah mengekang kebebasan pers, menghambat kerja jurnalis, dan sangat berdampak bagi media. Akibat pemblokiran itu, jurnalis di Papua kesulitan dalam memverifikasi informasi serta mempublikasinya kepada masyarakat. Pemblokiran internet itu juga membuat hak publik untuk mendapatkan informasi terhambat. “Ini yang mengherankan,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah mestinya minta maaf kepada warga Papua atas kasus pemblokiran internet

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Merito Tangkepayung mengatakan sampai saat masih ada aparat pemerintah dan aparat keamanan yang tidak mengerti Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Akibatnya aparat itu tidak memahami kerja-kerja pers.

“Mungkin anggota [dan prajurit TNI] yang jumlahnya sangat banyak belum semua mengerti peran kerja jurnalis. Saran saya, Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih bisa lakukan seperti yang pernah dilakukan Kepolisian Daerah Papua, memperlakukan wartawan di lapangan sebagai mitra,” kata Tangkepayung.

Pada pertengahan September 2020 lalu, Dewan Pers mengumumkan IKP Papua menjadi yang terendah di Indonesia, yakni 70,42, diikuti Provinsi Papua Barat (71,06) di peringkat 33, dan Provinsi DKI Jakarta (72,63) di peringkat 32. Indonesia sendiri mengalami kenaikan IKP 1,56 poin dibandingkan dengan IKP 2019, menjadi 75,27.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top