Follow our news chanel

Intoleransi di Madura, kali ini warga menolak pemakaman penganut Syiah

papua, intoleransi, LIPI
ilustrasi intoleransi. Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Madura, Jubi – Warga Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menolak pemakaman jenazah penganut ajaran syiah yang selama ini tinggal di sebuah rumah susun Sidoarjo. Jenazah tersebut berinisial NA 17 tahun awalnya sudah berada di kampung halaman untuk dimakamkan, namun warga tidak berkenan menerima.

Jenazah yang dibawa petugas menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas Karang Penang, ke Balai Latihan Kerja (BLK) itu sempat mendapat pengamanan ekstra ketat dari unsur TNI dan Polri.

Akhirnya, NA dikebumikan jauh dari kampung halamannya, tepatnya di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang. Pemakaman remaja NA dihadiri oleh Camat, Kapolsek, TNI dan Kasat Intelkam Polres Sampang.

Kapolsek Karang Penang Iptu Slamet mengatakan polisi dan pemerintah daerah melakukan koordinasi setelah diketahui bahwa jenazah NA ditolak warga.

“Petugas ke rumah duka usai menerima laporan penolakan proses pemakaman oleh warga,” kata Slamet, Jumat (30/10/2020).

Baca juga : Peneliti LIPI: Separatisme Papua dan intoleransi akan jadi masalah terbesar Indonesia 

Loading...
;

Peneliti sebut intoleransi masih menjadi ancaman Indonesia di tengah pandemi 

Polisi tanggkap pelaku intoleransi di kota asal Presiden Jokowi

Data polisi, jenazah NA merupakan cucu salah satu warga pengikut aliran Syiah pimpinan Tajul Muluk yang masih mengungsi di rumah susun Sidoarjo.

“Kami bersama semua pihak, khususnya dengan keluarga duka melakukan koordinasi agar NA dapat dikebumikan di wilayah Kota Sampang, meski bukan di kampung halamannya,” kata Slamet menambahkan.

Sedangkan Tajul Muluk merupakan pimpinan Syiah yang bakal melakukan baiat untuk kembali ke ajaran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). Pelaksanaan baiat dengan pengikutnya tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Pemerintah setempat menilai hal itu belum cukup, sehingga akan ada rapat lanjutan untuk kembali melaksanakan baiat.

Lokasi yang akan dijadikan tempat baiat juga sudah ditetapkan yakni di Pendopo Trunojoyo Sampang. Mulanya ada dua opsi tempat pelaksanaan baiat, yakni di Masjid Agung Sampang dan Masjid Al-akbar Surabaya.

Namun, berdasarkan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, tokoh ulama, serta Tajul Muluk dan pengikutnya lokasinya di Pendapa Trunojoyo Sampang. Salah satu pertimbangannya karena jumlah yang akan dibaiat tidak sedikit. Selain itu jika ditempatkan di masjid membutuhkan waktu untuk kordinasi dan persiapan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top