Follow our news chanel

Previous
Next

Intsia memprakarsai usulan agar Mamberamo Foja menjadi Taman Nasional 

Kawasan konservasi Papua
Yayasan Intsia Papua mengadakan seminar pengusulan perubahan status Suaka Margasatwa Mamberamo Foja menjadi Taman Nasional di Kota Jayapura, Papua, Kamis (24/9/2020). – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Yayasan Intsia Papua menggelar seminar pengusulan perubahan fungsi kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo Foja menjadi Taman Nasional di Kota Jayapura, Kamis (24/9/2020). Seminar itu diikuti perwakilan pemerintah daerah yang berada di sekitar Mamberamo Foja, Pemerintah Provinsi Papua, akademi, pemerhati konservasi, dan sejumlah perwakilan lembaga swadaya masyarakat.

Direktur Eksekutif Yayasan Intsia Papua, Bastian LB Wamafma mengatakan seminar yang berlangsung di Swiss-Belhotel itu digelar untuk memfasilitas para pemangku kepentingan dalam perubahan status Suaka Margasatwa Mamberamo Foja, termasuk 11 pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (BBKSDA). Para pemangku kepentingan itu membahas apakah kawasan Mamberamo Foja lebih baik dipertahankan sebagai Suaka Margasatwa, atau diubah menjadi Taman Nasional.

“Luasan kawasan [Mamberamo Foja] itu melintasi 11 kabupaten. Mau tidak mau [perubahan statusnya sebagai kawasan konservasi] akan berdampak kepada keberlangsungan kawasan,” kata Wamafma.

Baca juga: BPLH Papua dukung TN Mamberamo Foja

Wamafma berharap para pemangku kepentingan dalam perubahan status kawasan konservasi Mamberamo Foja akan seirama dan sepaham dalam merumuskan kebijakan bersama mereka. Wamafma menilai jika kawasan Mamberamo Foja tetap berstatus Suaka Margasatwa, statusnya sebagai kawasan konservasi sangat tinggi, sehingga secara hukum tidak bisa diutak-atik lagi.

Manurut Wamafma kalau tetap dipertahankan dengan status Suaka Margasatwa, statusnya sebagai kawasan konservasi sangat tinggi,  dan secara hukum tidak mungkin untuk aktivitas selain kegiatan konservasi. “Aktifitas masyarakat dan pembangunan tidak boleh ada lagi di dalam kawasan [Mamberamo Foja] itu,” tegasnya.

Padahal, demikian menurut Wamafma, ada 39 masyarakat adat yang mendiami kawasan itu. Masyarakat adat itu sudah lebih dulu ada sebelum kawasan Mamberamo Foja berstatus Suaka Margasatwa.

Loading...
;

Manajer Program Yayasan Intsia Papua, Yoseph Watopa menyatakan status kawasan konservasi yang dapat menampung kepentingan konservasi sekaligus kepentingan pembangunan adalah Taman Nasional. “Taman nasional memberikan ruang bagi aktivitas masyarakat dan pembangunan, melalui sistem zonasi yaitu zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan zona pembangunan khusus, sesuai dengan keperluan,” kata Watopa.

Baca juga: YALI Rencanakan Perubahan Status Mamberamo Foja jadi Taman Nasional

Peraturan Pemerintah Nomor 104 tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan Dan Fungsi Kawasan Hutan dapat menjadi dasar hukum terhadap solusi pengelolaan kawasan konservasi yang telah mengalami perubahan kondisi fisik akibat kegiatan manusia. Pasal 42 ayat (1) huruf b. Peraturan Pemerintah itu menyebutkan bahwa kawasan Suaka Margasatwa dapat diubah menjadi cagar alam, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam atau taman buru.

Pasal 42 ayat (2) huruf a. menyebutkan perubahan fungsi pokok kawasan hutan konservasi hanya dapat dilakukan dalam hal sudah terjadi perubahan kondisi biofisik kawasan hutan akibat fenomena alam, lingkungan, atau manusia. “Suaka margasatwa Mamberamo Foja telah mengalami perubahan kondisi biofisik akibat kebutuhan pembangunan hari ini dan akan datang. Oleh sebab itu sudah saatnya menjadi perhatian kita bersama untuk mendorong pengelolaan suaka margasatwa Mamberamo Foja menjadi taman nasional,” ujar Watopa.

Usulan perubahan status itu akan menjadi solusi bagi berbagai pemangku kepentingan, karena tidak menghilangkan status kawasan Mamberamo Foja sebagai Kawasan Hutan Konservasi. Watopa meyebut stasus Taman Nasional memiliki kelebihan dari segi pengelolaanya, karena memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk tetap memanfaatkan sumber daya alam kawasan tersebut. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top