Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Iran ajukan pencabutan sanksi AS ke mahkamah internasional

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Pengacara Iran meminta Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Amerika Serikat mencabut sanksi yang dijatuhkan pemerintah Donald Trump kepada Teheran. Dalam gugatan yang diajukan ke ICJ, Senin (27/8/2018), Iran mengatakan sanksi AS sangat merusak perekonomian yang sudah lemah, dan melanggar ketentuan Perjanjian Persahabatan 1955 antara Iran dan Amerika Serikat.

Sedangkan Amerika Serikat akan merespons gugatan Iran tersebut, pada Selasa (28/8/2018). Meski belum secara resmi merespons gugatan Iran, para pengacara AS diperkirakan bakal menyatakan bahwa ICJ tidak memiliki yuridikasi dalam perselisihan tersebut.

Iran ajukan pencabutan sanksi AS ke mahkamah internasional 1 i Papua

AS diduga juga bakal menyatakan Perjanjian Persahabatan tidak berlaku lagi dan sanksi yang dijatuhkan Washington terhadap Teheran tidak melanggar hal tersebut.

Sidang yang mendengarkan gugatan Iran biasanya akan berlangsung selama empat hari. Keputusan akan diambil dalam waktu satu bulan.

ICJ yang merupakan Mahkamah Internasional PBB untuk menyelesaikan perselisihan internasional. Keputusannya mengikat namun tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan. "Dalam beberapa kesempatan, mereka telah diabaikan banyak negara termasuk Amerika Serikat," tulis kantor berita Reuters, dikutip CNN Indonesia.

Pada 2015 lalu, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Trump mengumumkan rencana sepihak mengembalikan sanksi AS terhadap Teheran.

Loading...
;

Trump menyebut Iran mencurangi kesepakatan pada 2015 dengan alasan Iran mengekang program nuklirnya yang disengketakan di bawah pengawasan PBB dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Langkah Trump dikecam sekutu-sekutunya di Eropa, namun sebagian besar perusahaan Barat berniat mematuhi sanksi, karena khawatir akan dihukum Amerika Serikat. Para pengusaha memilih untuk kehilangan bisnis di Iran, ketimbang dilarang berbisnis di AS.

ICJ sejauh ini telah memutuskan bahwa perjanjian persahabatan AS-Iran yang diteken pada 1955 masih berlaku. Meskipun telah ditandatangani jauh sebelum Revolusi Islam 1979 yang memicu beberapa dekade permusuhan dengan AS.  (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top