Ironis, Korowai Brukmakot Tak Tersentuh Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Ketua Kopkedat Papua, Yulianus Akobiarek saat memberikan buku kepada masyarakat Korowai Brukmakot – Jubi/Ist.
Ketua Kopkedat Papua, Yulianus Akobiarek saat memberikan buku kepada masyarakat Korowai Brukmakot – Jubi/Ist.

Jayapura, Jubi – Wilayah Korowai Brukmakot yang merupakan daerah terpencil di Kabupaten Yahukimo hingga kini belum tersentuh layanan pendidikan dan kesehatan.

Masyarakat asli yang masih hidup dengan mengandalkan hasil hutan di sana, hingga kini belum bisa mengakses fasilitas pemerintah, termasuk dari kabupaten.

Melihat kondisi tersebut, Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua mendirikan sebuah sekolah untuk mengajar anak-anak Korowai di wilayah tersebut.

Ketua Kopkedat Papua, Yulianus Akobiarek mengatakan, semula komunitasnya ke sana untuk membagikan pakaian layak pakai, namun setelah sampai di sana justru menemukan kondisi pendidikan dan kesehatan yang memprihatinkan.

“Kami tergerak untuk membantu, namun terbentur masalah bahasa, akhirnya jalan satu-satunya untuk menjadi jembatan antara kami dengan masyarakat adalah menyelenggarakan pendidikan,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Senin (8/8/2016).

Yulianus mengatakan, pembangunan gedung sekolah berukuran 6 x 8 meter tesebut butuh pengorbanan yang cukup besar. Ia dan beberapa rekannya akhirnya sepakat membuka rekening penggalangan dana dan terkumpul Rp15 juta.

Dengan dana itu mereka membangun sekolah swadaya dimulai membeli 80 lembar seng di ibukota Kabupaten Yahukimo yang kalau jalan kaki bisa ditempuh selama kurang lebih satu bulan.

Loading...
;

Timnya bersama masyarakat setempat juga menebang pohon dengan menggunakan kapak batu untuk membelah pohon. Lalu menjadikan beberapa lembar papan untuk dijadikan dinding bangunan.

“Pekerjaan ini kami lakukan dengan hati, kami prihatin dengan kehidupan masyarakat kami di sana, siapa yang menolong kalau bukan dari kita sendiri sebagai anak Papua,” katanya.

Ia mengatakan, sekolah tersebut sudah berjalan lima bulan dan hingga saat ini belum mendapat bantuan sepersen pun dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Yosep Jikwa, mantri yang bergabung dengan Kopkedat Papua mengatakan, selain masalah pendidikan, di sana juga belum tersentuh pelayanan kesehatan.

“Kesehatan masyarakat di sana juga sangat memprihatinkan, mereka tidak tahu cara penanganan penyakit sehingga bila sudah sakit parah mereka hanya pasrah sambil menunggu kematian menjemput,” katanya.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top